This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 04 Oktober 2010

NORMA MASYARAKAT

Norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia
Ada 4 macam norma dalam masyarakt, yaitu :
1. Norma Agama
2. Norma kesusilaan
3. Norma kesopanan
4. Norma Hukum
Dalam pergaulanhidup di masyarakat terdapat 4 macam norma atau kaidah, yaitu:
1. Norma agama, yaitu peraturanhidup yang diterima sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan anjuran-anjuran yang berasal dari Tuhan. Contoh: tidak boleh minum-minuman keras, berbuat maksiat,mengkonsumsi madat, dan lain-lain.
2. Norma kesusilaan, yaitu peraturan hidup yang dianggapsebagai suara hati nurani manusia atau datang melalui suarabatin yang diakuidan diinsyafi oleh setiap orang sebagai pedoman dalam bersikap dan berbuat. Contoh: seorang anak durhaka terhadap orangtuanya.
3. Norma kesopanan, yaitu peraturan hidup yang timbul dari pergaulansegolongan manusia yang diikuti dan ditaati sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia terhadap lingkungan sekitarnya (misalnya: orang muda harus menghormati yang lebih tua).
4. Norma hukum, yaitu peraturan-peraturan yang timbul dari hukum yang dibuat oleh penguasa negara yang isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaanoleh alat-alat negara.Contoh: melakukan pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dan lain-lain. Selengkapnya di sini

BENARKAH CARA NGAJARku

Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Matematika
Perubahan-perubahan yang terjadi disekitar kita sangat banyak yang terjadi. Salah satunya adalah orang-orang yang tidak tahu menahu apa itu facebook atau situs pertemanan lainya tetapi dengan cepat mereka mencari tahu apa itu facebook dan berusaha untuk mengetahuinya. Tetapi kenapa orang-orang tidak dengan segera mencari tahu apa itu matematika dan bagaimana mempelajarinya. Apakah matematika itu buruk atau bukan suatu hal yang menyenangkan? atau orang-orang sudah mempelajarinya tetapi tidak juga mengerti?. Untuk pertanyaan terakhir coba saya bahas kali ini, yaitu "kesalahan Siswa Dalam Belajar Atau Mengerjakan Soal Matematika"


Belajar matematika dengan cara membaca dan menghafal tidaklah cukup. Matematika bukan ilmu hafalan. Kunci untuk berhasil dalam mengerjakan soal matematika adalah dengan banyak latihan. Latihan dan terus latihan. Ketika Anda sudah banyak berlatih, secara otomatis rumus-rumus juga akan masuk ke otak Anda. Sehingga Anda tidak perlu menghafal rumus demi rumus. Namun, kadang-kadang kita juga harus tetap bisa menghafal supaya dapat mengerjakan dengan cepat.

Belajar Matematika Belajar Menghafal ?

Tidak usah khawatir karena Anda tidak bisa menghafal. Logikanya begini. Anda pasti hafal diluar kepala bahwa 5 x 5 =25. Padahal itu Anda pelajari beberapa tahun yang lalu. Mengapa Anda masih ingat ? Padahal Anda tidak menghafal terus menerus. Hampir sama ketika Anda mempelajari rumus-rumus trigonometri atau rumus-rumus integral. Ketika Anda pertama kali mempelajari rumus-rumus pasti kelihatan sulit. Tetapi ketika Anda membiasakan diri untuk berlatih dan terus berlatih semakin lama Anda tidak perlu menghafal karena memori otak Anda sudah menyimpan rumus-rumus tersebut ketika Anda berlatih dan menggunakannya.

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini diharapkan para siswa semakin tahu bagaimana seharusnya belajar matematika. Sehingga para siswa merasa asyik dan menikmati ketika belajar matematika. Dan tentu saja kesalahan-kesalahan ini tidak akan dilakukan. Berikut tujuh kesalahan yang dilakukan para siswa ketika belajar matematika atau ketika mau menghadapi ujian matematika.
• Tidak Belajar Sama Sekali dan Terlalu Percaya Diri
Beberapa siswa sering merasa yakin dengan latihan-latihan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga pada waktu mendekati ujian mereka tidak belajar sama seklai. Ini merupakan kesalahan fatal yang sering dilakukan siswa. Meskipun Anda cerdas dan pandai, namun alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena segala sesuatu bisa terjadi pada waktu ujian. Ingat kajinan juga berpengaruh terhadap keberhasilan Anda.
SUKSES = RAJIN + CERDAS.
Selain itu, jika siswa tidak belajar sama sekali, maka segala cara kemudian ditempuh, misalnya: membuat contekan, mengandalkan teman sebelahnya atau mengisi jawaban apa adanya alias “ngawur”. Nah, kalau sudah begini sangat fatal. Ingat jika Anda ketahuna mencontek atau bekerja sama banyak kerugian yang akan Anda alami. Lebih baik persiapan belajar dan mengerjakan sesuai dengan kemampuan Anda.
• Belajar Matematika dengan Menghafal dan Tanpa Latihan
Seperti sudah saya jelaskan di atas, bahwa belajar matematika bukan belajar menghafal. Salah jika Anda belajar matematika tanpa latihan, karena sebenarnya banyak hal yang akan Anda temukan ketika latihan. Porsi untuk membaca dan latihan menurut saya adalah 20 % untuk membaca konsep dan 80 % untuk latihan. Jangan terlalu banyak membaca konsep karen tidak akan membuat mahir atau terampil mengerjakan soal-soal matematika. Ingat soal-soal matematika bukanlah konsep semata, tetapi lebih banyak soal yang berkaitan ketrampilan Anda menggunakan rumus, logika dan menyimpulkan sesuatu.
• Tidak Teliti
Sayang benar jika Anda bisa mengerjakan sebuah soal matematika dengan lengkap, tetapi Anda merasa kecewa karena setelah Anda keluar dari ruang ujian Anda baru menyadari bahwa jawaban Anda salah pada baris terakhir saja. Anda sudah mengerjakan dengan susah payah, tetapi karena ketidaktelitian membuat jawaban Anda salah. Misalnya: 1+(-10) menjadi 9, padahal hanya kurang tanda (-) saja, betapa itu sangat mengecewakan jika itu terjadi pada Anda.

Meskipun Anda pintar dan melakukan banyak persiapan, namun jika Anda tidak teliti juga akan percuma. Terlebih jika semua soal adalah soal pilihan ganda, yang ditentukan dengan jawaban benar atau salah saja. Fatal akibatnya jika Anda tidak teliti. Apakah Anda pernah mengalami seperti hal ini ?
• Terburu-buru
Banyak siswa yang sering melakukan kesalahan ini. Biasanya kesalahan ini dilakukan karena siswa ingin segera menyelesaiakan soal matematika dengan cepat dan ingin mendapat nilai maksimal. Namun karena terburu-buru banyak kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukan. Misalnya ketika mengerjakan soal urain, ada yang salah, kemudian dihapus/di tipex, sambil menunggu kemudian mengerjakan soal yang lain. Karena terburu-buru, maka jawaban yang ingin diperbaiki menjadi kosong dan tidak jadi diperbaiki. Fatal bukan ?
• Tidak Memperhatikan Petunjuk Soal dan Lupa Menulis Identitas Diri
Ketika Anda mau mengerjakan soal-soal matematika, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu petunjuk soalnya. Siapa tahu ada aturan atau petunjuk-petunjuk yang baru atau tidak seperti petunjuk sebelumnya. Misalnya skor setiap nomor, skornya 1 atau 4, jika salah -1 dan lain-lainnya.
• Mengerjakan Tidak dengan Prioritas dan Tanpa Strategi
Kecenderungan siswa dalam mengerjakan soal matematika biasanya cenderung mengerjakan dari nomor 1 dan tidak memperhatikan soal-soal yang lain. Akibatnya jika nomor 1 kebetulan soal yang sulit, maka pada bagian awal Anda sudah membuat kesalahan. Selain itu Anda akan cenderung emosi semisal Anda tidak memperoleh jawabannya. Ada tipe pembuat soal yang seperti ini, yang digunakan untuk menguji psikologis siswa. Sebaiknya Anda hati-hati dalam menghadapi tipe-tipe soal yang sulit dan ditaruh di bagian awal soal.

Sebaiknya, Anda lihat terlebih dahulu semua soal, jumlah halaman, lengkap atau tidak, prioritaskan soal-soal yang mudah menurut Anda, baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit. Setelah itu Anda hitung kemungkinan Anda bia mengerjakan berapa soal. Sudah tuntas belum ?
• Mengerjakan dengan Coba-coba dan Menghafalkan Rumus Praktis
Memang tidak salah jika Anda mengerjakan soal dengan coba-coba. Beberapa soal memang lebih cepat jika dikerjakan dengan coba-coba terutama untuk soal pilihan ganda. Misalnya soal, program linear, soal sistem persamaan linear dan lain-lain. Tetapi saran saya, sebaiknya Anda juga harus hati-hati dengan tipe-tipe soal seperti ini. Kadang-kadang juga ada soal yang bisa dikerjakan dengan coba-coba tetapi akhirnya menjebak Anda. Selain itu, ada soal dengan tipe ini yang dikerjakan lebih lama daripada dengan langkah-langkah biasa.

Saya tidak melarang Anda menggunakan rumus praktis atau cara cepat. Memang ada tipe soal yang dapat dikerjakan dengan rumus praktis. Tetapi perhatikan bahwa rumus prakits tidak berlaku untuk semua soal, hanya untuk soal dengan tipe tertentu saja.

Kiranya sudah terlalu banyak saya menuliskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ketika mengerjakan soal terutama soal matematika dan beberapa saran untuk Anda. Saran saya dalam mengerjakan soal matematika sebaiknya Anda harus:
1. Percaya Diri
2. Mengerjakan dengan Strategi
3. Persiapan Diri dengan Banyak Berlatih

Mungkin Anda memiliki kesalahan lain dan saran-saran lain silahkan Anda tuliskan pada kotak komentar di bawah ini.

Selamat Belajar.

BELAJAR TEMATIK

Pembelajaran Tematik
Pembelajaran Tematik merupakan pembelajaran bermakna bagi siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. Oleh karena itu, guru harus merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif.
Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan, selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik disekolah dasar akan sangat membantu siswa, hal ini dilihat dari tahap perkembangan siswa yang, masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan.

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa, Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pembicaraan, Dengan tema diharapkan akan memberikan keuntungan, diantaranya :
1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.
2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama.
3. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
4. Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa.
5. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan maka belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.
6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk memgembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain.
7. Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan dapat dipersiapkan sekaligus diberikan dalam dua atau tiga kali pertemuan, sedangkan selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial dan pengayaan.
Kelebihan dan kelemahan pembelajaran tematik
Menurut Kunandar (2007) pembelajaran tematik memiliki kelebihan yaitu :
1. Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik.
2. Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
3. Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
4. Mengembangkan keterampilan berfikir anak didik sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
5. Menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama.
6. Memiliki sikap toleransi komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
7. Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi dalam lingkungan peserta didik.
Selain memiliki kelebihan pembelajaran tematik juga memilki kelemahan, adapun kelemahan pembelajaran tematik terjadi jika dilakukan oleh guru tunggal, Misalnya seorang guru kelas kurang menguasai secara mendalam penjabaran tema sehingga pembelajaran tematik akan merasa sulit untuk mengaitkan tema dengan materi pokok setiap mata pelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik ada hal-hal yang perlu dilakukan, beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan seperti berikut :
A. Pemetaan Kompetensi Dasar
Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standart kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Penjabaran standart kompetensi dan kompetensi dasar kedalam indikator
• Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal berikut :Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
• Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
• Dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan dapat diamati.

2. Menentukan tema
Dalam menentukan tema yang bermakna, kita harus memperhatikan dan mempertimbangkan pemikiran konseptual, pengembangan keterampilan dan sikap, sumber belajar, hasil belajar yang terukur dan terbukti, kesinambungan tema, kebutuhan siswa, keseimbangan pemilihan tema, serta aksi nyata, antara lain :
• Pemikiran konseptual, tema yang baik tidak hanya memberikan fakta-fakta kepada siswa. Tema yang baik bisa mengajak siswa untuk menggunakan keterampilan berpikir yang lebih tinggi.
• Pengembangan keterampilan dan sikap. apakah tema yang sudah disepakati bisa mengembangkan keterampilan siswa. Misalnya, keterampilan berfikir, berkomunikasi, sosial, eksplorasi, mengorganisasi, dan pengembangan diri. Pembentukan sikap juga harus bisa di akomodasi dalam pilihan tema, seperti sikap menghargai, percaya diri, kerja sama, komitmen, kreativitas, rasa ingin tahu, berempati, antusias, mandiri, jujur, menghormati dan toleransi.
• Kesinambungan Tema. Kath Murdock (1998) dalam bukunya Clasroom Connection-Strategies for Integrated Learning menjelaskan bahwa tema yang baik bisa mengakomodasi pengetahuan awal yang dimiliki siswa sebelum belajar tentang sesuatu yang baru. Pengetahuan awal itu tentu sudah dipelajari siswa sebelumnya.
• Materi Belajar Utama dan Tambahan. Materi dan sumber pembelajaran tematik biasa kita bagi menjadi dua sumber dan materi, yaitu utama dan tambahan. Contoh sumber atau materi belajar utama adalah para ahli atau orang-orang yang mempunyai profesi atau kompetensi dasar dalam bidang terentu, tempat-tempat yang bisa dipelajari, suasana belajar didalam kelas, lingkungan, komunitas, dan kesenian. Sedangkan musik, materi audio visual, literature, progam computer, dan internet adalah sumber materi pembelajaran tambahan bagi siswa. Dengan demikian, pemlihan tema harus juga memperhatikan kesediaan kedua sumber belajar itu.
• Terukur dan Terbukti, Guru juga perlu memperhatikan hasil pembelajaran apa yang akan siswa capai dalam pembelajaran tematik. Apa yang bisa siswa kerjakan dalam proses pembelajaran tematik. Perlu juga menunujukkan bukti-bukti itulah yang dinilai guru dan dicatat sebagai bukti bagaimana siswa menguasai tema yang diajarkan. Yang pada akhirnya akan dijadikan bahan evaluasi dan laporan kepada orang tua siswa.
• Kebutuhan Siswa, dalam memilih tema, guru perlu memperhatikan kebutuhan siswa. Apakah tema yang kita pilih bisa menjawab kebutuhan siswa. secara kognitif, Gardner (2007 ) dalam bukunya Five Minds For The Future menyebutkan bahwa manusia pada era informasi ini harus dibekali lima cara berfikir, yaitu : pikiran yang terlatih, terampil, dan disiplin, pikir mensintesis; pikiran mencipta; pikiran merespek, dan pikiran etis. Apakah tema yang dipilih sudah bisa membekali siswa dengan lima cara berfikir untuk masa depan. Kebutuhan siswa yang lain bisa juga dilihat melalui perkembangan psikologi (imajinasi), perkembangan motorik, dan perkembangan kebahasaan siswa.
• Keseimbangan Pemilihan Tema. Seperti telah dijelaskan diatas bahwa pembelajaran yang cocok dengan pembelajaran terpadu adalah pembelajaran tematik. Dalam satu tahun pembelajaran biasanya siswa bisa mempelajari 5-6 tema. Para guru hendaknya bisa memilih tema yang bisa mengakomodasi mata pelajaran bahasa, ilmu sosial, lingkungan, kesehatan, dan sains saja, tetapi tema-tema lain yang bervariasi.
• Aksi Nyata. Pembelajaran tematik hendaknya tidak hanya mengembangkan pengetahuhan dan sikap siswa, namun juga bisa membimbing siswa untuk melakukan aksi yang bermanfaat. Aksi yang dilakukan siswa akan memperkaya siswa dengan pengetahuan lain serta memberikan dampak bagi kehidupan orang lain dan lingkungan dimana siswa hidup.

3. Identifikasi dan analisis standart kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator.
Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis.

B. Menetapkan Jaringan Tema
Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu.
C. Penyusunan Silabus
Hasil seluruh proses yang dilakukan pada tahap-tahap sebelumya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus.
D. Penyusunan Rencana Pembelajaran
Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Setelah tahap persiapan dilakukan, maka selanjutnya akan dipaparkan tahap pelaksanaan pembalajaran terpadu. Adapun tahap pelaksanaan pembelajarannya meliputi :
a. Kegiatan Pendahuluan / awal
Pada tahap ini dapat dilakukan panggilan terhadap anak tentang tema yang disajikan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah, bercerita, kegiatan fisik/jasmani, dan dan menyanyi.
b. Kegiatan inti
Kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca, tulis hitung. Penyajian bahan pembelajaran dialakukan dengan menggunakan strategi / metode yang bervariasi dan dapat dilakuakn secara klaksikal, kelompok kecil, ataupun perorangan.
c. Kegiatan penutup
Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Beberapa contoh kegiatn penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan atau mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, mendongeng, membacakan cerita dari buku, pantomime, pesan-pesan moral, musik / apresiasi musik.

Pengaturan jadwal pelajaran
Untuk memudahkan administrasi disekolah terutama dalam penjadwalan. Guru bersama dengan guru mata pelajaran lain ( yang tidak dipadukan ) perlu bersama-sama menyusun jadwal pelajaran.

Implikasi Pembelajaran Tematik
Dalam implementasi pembelajaran tematik disekolah dasar mempunyai implikasi yang mencakup :
• Implikasi bagi guru
Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreaktif baik dalam menyiapkan pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan, dan utuh.
• Implikasi bagi siswa
1.Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya yang dimungkinkan untuk bekerja, baik secara individual, pasangan kelompok kecil, maupun klasikal.
2.Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi dan aktif.
• Implikasi terhadap sarana, prasarana,sumber balajar dan media.
1.Pelaksanaan pembelajaran ini memerlukan berbagai prasarana dan prasarana belajar,
2.Pembelajaran ini perlu memanfaatkan bebagai sumber balajar, baik yang didesain secara khusus maupun yang tersedia dilingkungan,
3.Pembeajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran bervariasi dan
4.Pembelajaran ini masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada atau bila memungkinkan untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar terintegrasi.
• Implikasi terhadap pengaturan ruangan.
1.Ruang perlu ditata sesuai tema yang dilaksanakan.
2.Susunan bangku bisa berubah-ubah.
3.Perta didik tidak harus selalu harya duduk dikursi, tetapi dapat duduk ditikar atu dikarpet.
4.Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik didalam maupun diruangan.
5.Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber balajar.
6.Alat, sarana, sumber belajar hendaknya dikelola dengan baik.
• Implikasi terhadap pemilihan metode
Pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode, misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, dan bercakap-cakap.

Selamat Mencoba...
/span>

Jumat, 01 Oktober 2010

INGIN BELAJAR TERUS


Anak-anakku sekalian setelah sekian lama tak aktif. Ini memasuki ajaran baru mau aktif lagi belajar. Pelajaran Apa ya ?
Diriku sekarang sudah naik tingkat.
AKU SEKARANG KELAS III, HEBAT KAN !
SUSAHKAH DIKELAS TIGA ?
Hiiiiiiiii .............. takut aku !
Awalnya bayangan selelu menyelimuti dapatkah aku mengikuti belajar di kelas tiga ?
Belajar bersama anak - anak kelas bawah katanya ramai ?!!
BENARKAH ????......
Hari-hari pertama masuk kelas, Eiii......... bingung ! Mau Ngomong apa !? Coba lihat di bawah ini ?!!!!!!!.

Pengajaran Tematik Apa Itu ?
Ngajar terus,..... ?
Gado - gado semua camapur aduk di ajarkan ? !
Katanya belajar Matematika bisa campur Bahasa Indinesia, gimana ya ?
langsung bisa mengerjakan latihan IPA, ...
Terus apa guna penceramah yang ngomong di depan ketika ngomong Bahasa Indonesia yang muncul latihan Mat .............., aduh mati Aku.
Gimana Toh, temati... k. Ah mboah Akh ?
Mumet aku mbayangke ?!
Lihat Aja Besouk.

Senin, 30 Agustus 2010

BALITA, PERLUKAH TIDUR SIANG ?

Manfaat Tidur Siang Bagi Anak, Dan Tips Mengajak Anak Tidur Siang

Memasuki usia 4 tahunan, sebagian anak mulai meninggalkan kebiasaan tidur karena anak tengah tertarik pada mainan dan permainan serta lingkungan pertemanan yang ditemuinya. Padahal, menurut dr. Yuda Turana, Sp.S., ada beberapa faedah tidur siang yang bisa dirasakan seperti memulihkan fisik dan mental setelah sejak pagi beraktivitas.
Dengan tidur siang, tubuh menjadi relaks karena hormon kortisol bekerja menetralisasi stres. Ketika anak bangun, dia merasa kembali segar dan kemampuan berkonsentrasinya kembali meningkat. Selain itu, kala tidur siang, metabolisme otak berlangsung sangat aktif. Efeknya baik bagi korteks otak, terutama untuk meningkatkan kemampuan kognitif.

Beberapa penelitian menguak tidur siang terbukti meningkatkan kesiapan tubuh, memulihkan mood bahkan produktivitas. Secara fisik, tidur siang memberikan kesempatan pada tubuh untuk mendapat energi baru sebagai “amunisi” untuk melakukan aktivitas selanjutnya. Selama tidur, memang semua fungsi organ tubuh cenderung melamban, pada saat itulah sel dan jaringan yang aus dan rusak dipulihkan.
Dari sisi psikologis, tidur siang juga mengajari anak untuk berdisiplin pada aturan sehingga ia bisa belajar mengelola waktu. Dalam skala lebih luas, bila kita mengajarkan dan menerapkan aturan secara konsisten, maka kelak anak akan disiplin terhadap waktu. Sebaliknya, bila tak tidur siang, anak relatif jadi mudah rewel, gampang ngambek, uring-uringan, kurang mampu berkonsentrasi, dan malas makan.
Kebutuhan tidur siang pada tiap tingkat usia berbeda-beda. Untuk usia prasekolah cukup sekitar 1-2 jam. Yang terpenting adalah kualitas tidur. Meskipun cukup lama, kalau di saat bangun anak tak merasa bugar, ini berarti tidurnya kurang berkualitas. Jadi, lebih baik tidur 1 jam tapi si anak benar-benar lelap.
jika anak tak mau tidur, jangan dipaksa karena hanya akan membuatnya semakin ogah tidur. Ada kalanya anak memang tak mau tidur. Lakukan saja beberapa aktivitas yang bermanfaat namun pilih yang tenang seperti membaca, bermain boneka, atau mendengarkan lagu. Kegiatan yang mengasah keterampilan tangan dan kognitif seperti bermain puzzle juga disarankan.
Tips Mengajak Anak Tidur Siang
1. Jelaskan pada si kecil mengenai pentingnya tidur siang.
2. Untuk memudahkan anak ngantuk pada siang hari, biarkan fisiknya lebih aktif selama pagi hari. Semakin letih tubuhnya, semakin mudah mengajaknya tidur siang.
3. Ajari anak tidur siang pada waktu yang sama agar terkondisi. Untuk itu lakukan pembiasaan. Ingat, tubuh memiliki jam biologis (biological clock) yang dibentuk oleh kebiasaan harian.
4. Bangun suasana yang kondusif untuk tidur. Ajak ke “zona sunyi” atau tenang, misalnya dengan menyetel musik berirama tenang sebagai pengantar tidur. Awalnya mungkin sulit, namun bila kebiasaan tidur siang ini terus dibangun, maka takkan sulit lagi mengajak anak tidur siang.
5. Ciptakan ritual sebelum tidur siang, misalnya cuci tangan dan kaki, serta berdoa sebelum tidur. Hal ini akan membantu si anak untuk memasuki tahapan tidur, karena otak terkondisi untuk tidur saat si anak mulai mencuci kaki. Jangan lupa, di dekat zona tidur (ranjang dan sekitarnya) hindari adanya mainan yang dapat menarik perhatian anak, misalnya mobil-mobilan atau boneka Barbie favorit anak.
6. Bila anak tak kunjung tidur meski sudah melakukan ritual tersebut, harap bersabar saja. Usai melakukan aktivitas fisik ada suatu masa yaitu cool period sekitar 10-20 menit, baru kemudian anak bisa tidur.
7. Jangan beri reward & punishment. Hal-hal semacam itu malah makin membuat anak sulit tidur dan tidak bila relaks.
8. Temani anak sampai dia tidur. Kehadiran orangtua (dengan pelukan atau elusan lembut) memberikan suasana nyaman bagi si kecil. Secara psikologis, langkah ini pun dapat mempererat kelekatan antara anak dan orangtua. Si kecil pun merasakan rasa sayang dan perhatian dari orangtuanya

Jumat, 27 Agustus 2010

PANDUAN I'TIKAF

PANDUAN I’TIKAF
بسم الله الرحمن الرحيم
1. Pengertian I’tikaf .
الاعتكاف هو اللبث في المسجد من شخص مخصوص بنية.
Menetap dan berdiam diri diMasjid oleh seseorang tertentu , dengan berniat I’tikaf. (Al Majmuk Syarah Muhazzab- Imam Nawawi juz 6 Ms 474 , Cetakan Darul Fikar/ Al Fiqh ala Mazahibil Ar Ba’ah—Al Jazairi — Kitab al I’tikaf./ At Ta’rifat – Al Jarjani m.s. 31.)
Maksudnya: I’tikaf disini merupakan satu bentuk ibadat dengan cara menetap di sebuah Masjid dgn tujuan untuk beribadat yang dilakukan oleh seseorang pada saat berpuasa dengan cara yang telah ditentukan oleh Syara’.

2. Asas di Syariat kan I’tikaf .
Asas atau dalil diSyara’kan I’tikaf pada sepuluh akhir Ramadhan ialah
عن عائشة رضى الله عنها , أن النبي صلى الله عليه وسلم يعتكف العشر الأواخر من رمضان حتى توفاه الله ثم اعتكف أزواجه من بعده .
Dari Aisyah ra. , Bahawa Nabi saw selalu berI’tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan hingga diwafatkan oleh Allah Ta’ala , kemudiannya diteruskan sunnah I’tikaf selepasnya oleh Para
Isteri Baginda saw. (Muttafaqun Alaih.– Sahih Bukhari -Bab Al I’tikaf fil asyri al awakhir / Sahih Muslim – Kitabul I’tikaf.)
عن أبي هريرة رضى الله عنه قال : كان صلى الله عليه وسلم يعتكف في كل رمضان عشرة أيام . فلما كان العام الذى قبض فيه اعتكف عشرين يوما.
Dari Abi Hurairah ra. , Beliau berkata : Adalah Nabi saw selalu berI’tikaf pada tiap- tiap sepuluh Ramadhan yang terakhir. Ketika beliau diwafatkan , Beliau telah berI’tikaf selama dua puluh hari. (Sahih Bukhari—Bab Al I’tikaf fil asyril aakhir..)
karena itu jelaslah bahwa I’tikaf pada sepuluh akhir Ramadhan adalah Sunnah yang diamalkan
secara berkekalan oleh Nabi saw dan Para Isteri Baginda saw dan juga Para Sahabat ra.
3. Hukum I’tikaf.
Telah sependapat seluruh Imam Mazhab yang empat dan seluruh Umat Islam, bahwa Hukum I’tikaf pada sepuluh akhir Ramadhan adalah “Sunah Mu akkadah”. Bertujuan mengikuti Sunnah Nabi saw dan mencari fadhilah Lailatul Qadar. (Raudhah At Tholibin—Imam Nawawi, juz 2 hal 255, Cetakan Darul Al Kutub Al Alamiyah, Bairut tahun 2000. / Syarah Sahih Muslim — Imam Nawawi juz 8 hal. 67, Darul Tsaqofah )
Tiadk ada khilaf bahwa Tidak Wajib I’tikaf melainkan apabila bernazar dengannya(Fathul Baari- Ibni Hajar Al Asqolani juz 4 hal 319, Darul Rayyan.)
4. Fadhilah I’tikaf.
عن ابن عباس رضى الله عنهما عن النبى صلى الله عليه وسلم قال: ومن اعتكف يوما ابتغا وجه الله جعل الله بينه وبين النار ثلاث خنادق . كل خندق أبعد مما بين الخافقين .
Dari Ibnu Abbas ra., dari Nabi saw , beliau bersabda: Dan barangsiapa ber I’tikaf satu hari kerana mengharap keredhoaan Allah , niscaya Allah jadikan diantaranya dan antara Api Neraka (berjauhan) tiga puluh parit, dimana jarak diantara tiap-tiap satu parit lebih jauh daripada jarak antara dua mata angin. (At Thobarani dan Al Hakim.
Telah meriwayatkan oleh Athobarani dalam Al Awsath , “Isnadnya Jayyid”.—Majmak Zawaid- Bab Fadhli Qodho il Hawa ij. juz 8 hal 351 Cetakan Darul Fikar Bairut ,tahun 1994. Berkata Al Hakim “ Isnad yang Sahih”. – At Targhib wat Tarhib . Juz 2 hal. 149-150. )
5. Hikmah / Tujuan berI’tikaf.
Diantara Hikmah dan tujuan I’tikaf ialah:
a) Meluangkan diri dari kesibukkan duniawi ,demi mencari kejernihan jiwa dan membina kekuatan Rohani sebagai bekalan melancarkan kegiatan hidup dengan lebih baik. (Syarah Sahih Muslim –Imam Nawawi . juz 8 hal. 69, Darul Tsaqofah.)
b) Kalaulah Ramadhan merupakan bulan ujian yang akan memenuhkan rahmat untuk sepanjang tahun , maka I’tikaf pada 10 hari yang terakhir adalah merupakan satu keistimewaan yang lebih khusus dan lebih tinggi bagi mereka yang melakukannya.
c) Usaha-usaha mendapatkan lailatul Qadar adalah satu Sunnah Nabi saw.
I’tikaf diakhir Ramadhan , adalah merupakan salah satu dari usaha tersebut.
6. Rukun I’tikaf.
Rukun I’tikaf 4 perkara.
a) Tetap berada didalam Masjid, sekurang-kurang masanya sekadar Tama’ninah didalam ruku’ (sekadar beberapa saat). Tidak keluar dari Masjid melainkan atas sebab-sebab yang diharuskan Syara’. (Yaitu sebab-sebab yang tidak memutus dan membatalkan I’tikaf).
b) Niat pada permulaan I’tikaf atau pembaharuan niat semula (jika terbatal) ,
c) Orang yang berI’tikaf.
Seseorang yang berI’tikaf disyaratkan :
(1) Islam.
(2) Berakal.
(3) Bersih dari haidh dan nifas .
(4) Bersih dari hadas Junub. (Raudhah at Tholibin- juz 2 ,Ms 257, 262 / Fathul Wahhab – Syekhul Islam Zakaria Al Ansori, juz 1 Ms 126- 131 , Darul Fikar, Bairut)
c) Tempat I’tikaf , yaitu Masjid. (Al Majmuk. Juz 6 Ms 478 dan 483)
7. Cara berI’tikaf diakhir Ramadhan.
a) Mulai masuk keMasjid sebelum matahari terbenam (sebelum Maghrib) pada hari ke dua puluh Ramadhan , dengan berniat I’tikaf sepuluh hari terakhir dan keluar setelah selesai masa I’tikaf pada pagi A’idil Fithri atau setelah masuk waktu Maghrib pada malam Aidil Fithri. (Raudhah at Tholibin— juz 2 hal. 255.)
b) Diharuskan setiap orang yang berI’tikaf membawa hamparan khas miliknya kemasjid dan diharuskan juga mengambil mana-mana ruangan diMasjid sebagai tempat khas baginya, tetapi dengan syarat tidak menyempitkan (mengganggu) orang lain yang akan bersembahyang. (ويشق معه المقام لحاجته الى الفراش. (4) Mafhum daripada Ibarat Raudhah, Ms 273 )
c) Solat sunat Tahiyyatul Masjid dua rakaat, seterusnya tetap berada diMasjid melainkan jika berlaku perkara-perkara yang diharuskan keluar dari Masjid (yaitu tidak dianggap memutuskan I’tikaf ).
d) Harus menjalankan Ibadat I’tikaf yang sunat secara tidak penuh atau tidak berturut-turut . Misalnya :
BerI’tikaf hanya sehari atau dua hari sahaja nisbah kepada masa selama sepuluh hari diakhir Ramadhan, atau diselang-selikan harinya atau hanya berI’tikaf diwaktu malam sahaja atau sebagainya. (Mafhum daripada Ibarat Fuqaha , misalnya didalam Kitab Al Minhaj At Tholibin / Al Majmuk juzuk 6 m.s. 488. ثبت قدر يسمى عكوفا.)
8. Masjid-masjid untuk berI’tikaf.
a) Terafdhal adalah Masjid Haram di Mekah, diikuti Masjid Nabawi di Madinah , Masjid Aqsa di Baitul Maqdis , Masjid-masjid Jami’ (yang didirikan solat jumaat) umumnya menurut tertib , menurut besar dan ramainya ahli jemaah. (Al Umm—Imam Syafie. juzuk 2 m.s. 118. Darul Fikar, Bairut. / Al Majmuk juzuk 6 m.s. 482.)
b) Sah berI’tikaf didalam semua jenis Masjid. (Syarah Muslim juzuk 8 m.s. 68. / Al Majmuk juzuk 6 m.s. 283. )
c) Sah berI’tikaf didalam Masjid atau Suthuh nya ( atapnya yang lapang yang boleh diduduki ) , Menaranya yang berhubung dengan masjid. , Rohbahnya ( serambinya) atau diKawasan yang masih dinamakan Masjid. (Al Majmuk. Juzuk 6 m.s. 505-509 / Mughni Al Muhtaj juzuk 2 m.s. 202.)
9. Sebab-sebab yang mengharuskan keluar dari Masjid.
a) Qadha hajat.
Yaitu buang air besar dan buang air kecil.
b) Berwudhu.
Jika tiada kemudahan berwudhu didalam Masjid.
c) Menyuci najis.
Samada pada badan atau pakaian.
d) Sakit .
Sakit berat atau sakit yang boleh mencemarkan masjid.
e) Hadas Besar.
Semasa berI’tikaf, berhadas besar mewajibkan keluar dari Masjid, maka keluar tersebut tidak memutuskan I’tikaf. Keadaan ini berbeza jika berhadas besar sebelum berI’tikaf yang sememangnya tidak sah pada permulaannya lagi. (Fathul Wahhab juzuk 1 m.s. 129/130.)
f) Dipaksa keluar dari Masjid.
g) Makan.
Walaupun diharuskan makan didalam Masjid dengan syarat menjaga kebersihan, adalah dibolehkan keluar untuk makan diluar Masjid tanpa sebarang syarat.
h) Minum.
Jika ketiadaan air didalam Masjid.
i) Takut bahaya.
Kerana takut sebarang bahaya yang datang dari mana-mana pihak.
i) Kecemasan.
j) Keluar dengan terlupa. (Al Umm juzuk 2 m.s. 115./ Raudhah juzuk 2 m.s. 270–273. )
10. Huraian.
a) Keluar dari Masjid tanpa sebab yang dibolehkan , adalah membatalkan I’tikaf. Tidak dianggap keluar selagi tidak dengan seluruh tubuh . Termasuk dalam ertikata “Keluar” disisi Syara’ ,apabila seseorang itu berdiri dengan kakinya diluar Masjid sekalipun badannya , masih berada didalam Masjid. (Raudhah juz 2 hal. 270 / Al Majmuk juz 6 hal. 499)
b) Semua sebab-sebab yang dimaafkan /tidak membatalkan I’tikaf tersebut , setelah selesai , hendaklah segera kembali masuk kedalam Masjid dan tidak perlu mengulangi semula niat I’tikaf. Sebaliknya , jika setelah selesai atau hilang sebab-sebab tersebut , tidak pula segera masuk keMasjid, ianya akan membatalkan I’tikaf. Maka keadaan ini perlu diulangi semula niat I’tikaf .
c) Mimpi hingga keluar mani ,tidak membatalkan I’tikaf tetapi wajib segera keluar Masjid untuk mandi wajib. (Al Majmu’ juz 6 hal. 501 / Fathul Wahhab juz 1 hal. 130. )
d) Sembahyang Jumaat, bagi mereka yang berItikaf di Masjid yang tidak dibuat sembahyang Jumaat, hendaklah keluar dari tempat I’tikafnya untuk pergi ke masjid yang di buat Jumaat, dan I’tikafnya di anggap batal menurut Jumhur Ulamak. Maka diulangi semula niat I’tikaf bila mereka kembali semula. (Al Majmuk – juzuk 6 m.s. 513/.Raudhah juz 2 hal. 274.)
Maka difahamkan dari keadaan ini, bagi mereka yang sengaja pergi sembahyang jumaat di Masjid lain yang didirikan Jumaat padahal Masjid I’tikaf mengadakan Jumaat , akan membatalkan I’tikaf dan perlulah diulangi semula niatnya.
e) Mereka yang mempunyai sesuatu Kewajiban yang lebih utama dari I’tikaf Sunat , hendaklah keluar dari Masjid dan melaksanakannya, I’tikafnya adalah terbatal. Jika mereka kembali semula ke Masjid untuk berI’tikaf adalah disyaratkan mengulangi semula niat .
11. Perkara yang harus/boleh dilakukan ketika I’tikaf.
a) Berpakaian biasa.
b) Makan/minum didalam Masjid, tetapi disunahkan menggunakan alat-alat seperti hamparan supaya terpelihara kebersihan Masjid.
c) Memakai bau-bauan . ( Ketika berpuasa sebaik-baiknya ditinggalkan pada waktu siang).
d) Kerja-kerja yang ringan.
e) Menyambut tetamu, berbual dan menghantarnya pulang.
f) Sedikit jual-beli yang mustahak/ berhajat.
g) Berkahwin dan mengkahwinkan.
h) Bercukur, bersikat rambut dan mengerat kuku.
i) Belajar dan mengajar.
j) Tidur. (Al Umm juz 2 hal. 115 dan 118. / Raudhah juz 2 hal 259 / Al Mughni Al Muhtaj—Al Allamah Khatib Syarbini juz 2 hal. 192.. Darul Kutub, Tauzi’ , Bin Bazz Mekah. . )
11. Amalan-amalan semasa I’tikaf.
Pada dasarnya , tiada dalil yang khas untuk suatu bentuk amalan yang dibuat semasa I’tikaf selain dari anjuran agar bersungguh-sungguh beramal . Semua bentuk amalan taat boleh dilakukan semasa I’tikaf.
عن عائشة قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يجتهد فى العشر الأواخر ما لا يجتهد فى غيرها. ( a)
Maksudnya: Daripada Siti Aisyah r.anha, “Adalah Rasulullah saw bersungguh-sungguh (beribadat) pada hari –hari yang sepuluh di akhir Ramadhan , lebih banyak daripada (ibadatnya) pada masa-masa lain.” (Sahih Muslim –Bab Al Ijtihad fil Asyril Awakhiri)
عن عائشة قالت : كان النبي صلى الله عليه وسلم اذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله . (b)
Maksudnya: Daripada Aisyah r.anha. ” Adalah Rasulullah saw apabila masuk sepuluh akhir Ramadhan , bersungguh-sungguh Baginda mengerjakan ibadat , menghidupkan malamnya dan menggerakkan Isterinya dari tidur”. (Sahih Bukhari — Bab Al Amal fil Asyril Awakhiri min Ramadhan. / Muslim– Bab Al Ijtihad fil Asyril Awakhiri.)
(c) Adalah sangat baik bagi orang yang berI’tikaf memenuhi masanya dengan amalan-amalan taat seperti : Sembahyang , Membaca tasbih , zikir, Membaca Quran (khususnya tadarus) , Belajar dan Mengajar , Mentelaah Kitab dan Mengarang. (Al Majmuk juz 6 hal. 528.)
(e) Sebahagian Ulamak berpendapat bahawa dikehendaki agar setiap yang berI’tikaf hanyalah menumpukan masanya dengan amalan asas I’tikaf sahaja, yaitu Zikir , Sembahyang , Membaca Quran (sendirian) dan Doa. (Al Majmuk juz 6 hal. 528 / Mawahib Al jalil)
12. Realiti I’tikaf dalam masyarakat Islam.
Terlalu sedikit jumlah Umat Islam yang berI’tikaf pada sepuluh akhir Ramadhan jika dibandingkan dengan jumlah Umat Islam se jagat semenjak dulu lagi. Lantaran itu Ibnu Syihab Az Zuhri yang hidup dikurun terawal pernah menyuarakan,
عجبا للمسلمين . تركوا الاعتكاف والنبي صلى الله عليه وسلم لم يتركه منذ دخل المدينة حتى قبضه الله.
Maksudnya: Heran sekali keadaan Umat Islam. Mereka meninggalkan I’tikaf (akhir Ramadhan) sedangkan Nabi saw tidak pernah meninggalkan I’tikaf sejak Baginda datang ke Madinah Al Munawwarah sehingga Allah wafatkan Baginda”. (Fathul Baari juz 4 hal. 334– Bab I’tikaf fil Asyril Awasith..)
13.Anjuran.
Oleh yang demikian, tidak sepatutnya ditinggalkan satu Warisan yang sangat bernilai yang diwarisi dari Rasulullah saw, terutamanya bagi Para Pendakwah, Pendidik , Mereka yang terlibat dengan pendidikan , Penguasa dan Setiap yang terlibat dengan Pentadbiran untuk mendapatkan limpahan kekuatan rohani dan kejernihan fikiran melalui Ibadat I’tikaf Sahih yang penuh dengan Hikmah yang besar .
Wallahu a’lam.
LAMPIRAN.
Mengapa semestinya I’tikaf di Masjid?.
Jawab: Dalam kitab Al Majmuk muka surat 483 juz 6, Imam Nawawi menjelaskan sebab kenapa I’tikaf hanya sah dilakukan di Masjid sahaja.
قد ذكرنا أن مذهبنا اشتراط المسجد لصحة الاعتكاف . وأنه يصح فى كل مسجد.
Sesungguhnya telah kami nyatakan bahawasa Mazhab Kami (Syafie) mensyaratkan masjid untuk sah beri`tikaf, dan bahawasanya sah beri`tikaf didalam semua jenis Masjid (tanpa pengecualian)
واحتج أصحابنا بقوله تعالى (ولاتباشرهن وأنتم عاكفون فى المساجد ) ووجه الدلالة من الآية لاشتراط المسجد أنه لو صح الاعتكاف فى غير المسجد لم يخص تحريم المباشرة بالاعتكاف فى المسجد لاأنها منافية لللاعتكاف فعلم أن المعنى بيان أن الاعتكاف انما يكون فى المسجد واذا ثبت جوازه فى المسجد صح في كل مسجد.
Telah berhujah Ashab Kami (I`tikaf hanya sah dimasjid sahaja) dengan firman Allah Taala, surah Al-Baqarah Ayat .. “Dan jangan Kamu menyetubuhi wanita itu (Istri2 Kamu) padahal Kamu sedang beri`tikaf dalam Masjid2”. Wajhu dilalah dari ayat tersebut adalah mensyaratkan masjid sebagai tempat I`tikaf. Bahawasanya jikalau sahlah beri`tikaf di tempat selain Masjid, nescaya Allah Ta’ala tidak mengkhaskan ketentuan pengharaman jimak semasa I`tikaf semasa di dalam masjid, kerana bahawasa berjimak itu sendiri adalah menafikan kesahihan I`tikaf. Maka difahamai daripada makna ini, Adalah suatu keterangan bahawa I`tikaf hanyalah berlaku di dalam segala Masjid sahaja. Dan apabila sabitlah keharusan beri`tikaf dalam semua Masjid, maka sah beri`tikaf di dalam tiap2 Masjid tanpa pengecualian jenis ( sekalipun Masjid yang tidak didirikan sembahyang Jumaat).
Tammat, Al Majmuk.
Maka adalah difahami bahawa, surau tidak dianggap masjid dan tiada jenis I’tikaf didalamnya. Sekalipun begitu, tidak pula bermakna tiada keharusan beribadat didalam surau . Harus beribadat dimana-mana jua , Cuma kalau atas nama I’tikaf, tidak diistilahkan ibadat I’tikaf di surau .
Wallahu a’lam.

Rabu, 25 Agustus 2010

ISTIQOMAH LAH !!!

Kenapa aku susah untuk istiqamah?
(dari email shahabat terbaik, demikian ? )

Menengok sejarah hitam Iblis, tatkala ia diusir dari surga dalam keadaan hina dina, maka ia berkata sebagaimana diceritakan oleh Allah dalam Al-Qur’an, (yang artinya):

“Iblis berkata: ‘Karena Engkau (wahai Allah) telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (yaitu anak cucu adam) dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari depan dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapatkan kebanyakan mereka sebagai orang-orang yang bersyukur’
(Al-A’raf: 16-17)
Dari ayat yang mulia ini, dapat kita ketahui bahwa Iblis dan bala tentaranya akan senantiasa berusaha dengan segenap tenaganya untuk menghalangi manusia dari jalan Allah yang lurus serta menghiasi kemaksiatan hingga tampak indah di mata manusia. Karena tekat dan usaha Iblis inilah, sangat banyak manusia yang merasakan dirinya susah dan berat untuk istiqamah di jalan Allah.
Di sini akan disampaikan beberapa perkara yang dapat membantu seseorang untuk tetap istiqamah di atas jalan Allah serta selamat dari belitan tipu daya iblis.
“Sesungguhnya tipu daya syaitan adalah lemah.”
(An-Nisa’:76)
Di antara perkara yang dapat membantu seseorang untuk istiqamah adalah

1. Mengikhlaskan niat saat melakukan amalan-amalan ketaatan
Inilah pintu utama, yaitu pintu yang dapat mengantarkan seseorang untuk dapat istiqamah dalam hidupnya sehingga ia dapat berjumpa dengan Allah dalam keadaan bahagia.
Allah berfirman (yang artinya):
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan Tuhannya dengan seorangpun dalam melakukan ibadah kepada-Nya”. (Al-Kahfi: 110)
Hendaklah seseorang membersihkan hatinya dari sifat ingin dipuji atau tujuan-tijuan duniawi saat melakukan amalan-amalan ketaatan kepada-Nya. Mungkin kita dapatkan orang yang saat berkunjung dan menginap di rumah temannya, ia begitu semangat dalam membaca Al-Qur’an,qiyamul lail dan amalan-amalan ketaatan lainnya Namun ketika ia kembali ke rumahnya, entah mengapa bacaan Al-Qur’an tidak terdengar lagi dari bibirnya, demikian pula tidak terdengar lagi percikan air wudhu di sepertiga malam yang terakhir di rumahnya. Ia telah meninggalkan amalannya…..Ia tidak dapat istiqamah dalam menjalankan amalan-amalan ketaatan….Kenapa hal itu bisa terjadi? Hendaklah orang tersebut mengintrospeksi dirinya, yaitu apakah saat ia membaca Al-Qur’an dan melakukan qiyamul lail betul-betul murni untuk Allah ataukah ada niatan-niatan lain di balik ibadahnya? Hanya Allah kemudian dirinyalah yang tahu bisikan hatinya.
Dalam sebuah hadits disebutkan
إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا
“Sesungguhnya ada salah seorang di antara kalian yang ia beramal dengan amalan penduduk surga sampai-sampai jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal satu jengkal, akan tetapi taqdir telah mendahuluinya sehingga iapun beramal dengan amalan penduduk neraka, akhirnya iapun masuk ke dalam neraka.” (HR. Muslim no 4781)

Orang ini adalah orang yang sangat merugi, setiap harinya ia beramal dengan amalan ketaatan akan tetapi menjelang ajalnya ia tutup amalnya dengan keburukan dan ia pun menjadi penghuni neraka. Wal iyadzubillah.
Orang ini tidak istiqamah dalam menjalankan amalan-amalan ketaatan sampai akhir hayatnya. Kenapa bisa demikian? Apakah rahasianya? Mungkin saja tatkala ia beramal, niatnya bukan untuk Allah akan tetapi telah tercampuri dengan tujuan-tujuan lain walaupun manusia melihatnya sebagai sebuah amalan ketaatan. Namun Allah yang mengetahui isi hati para hamba-Nya tidak meridhai amalannya tersebut dan akhirnya Allah tutup amalannya dengan amalan penduduk neraka.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ
“Sesungguhnya ada orang yang beramal dengan amalan penduduk surga sesuai yang tampak/terlihat oleh manusia, padahal ia adalah termasuk penduduk neraka.” (HR.Bukhori, no 3885)
2. Berdo’a kepada Allah agar diberikan keistiqamahan
Do’a adalah senjata seorang muslim, oleh karena itu hendaklah seorang muslim banyak berdo’a kepada Allah agar diberikan keistiqamahan. Di antara do’a yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku untuk selalu berada di atas agama-Mu” (HR. Tirmidzi, no 2066. Ia berkata: “Hadits Hasan”)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata,”(Do’a ini) adalah sebagai bentuk pengajaran bahwa diri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang suci saja masih membutuhkan perlindungan Allah, maka tentunya tingkat kebutuhan dari orang selain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih layak lagi.” (Fathul Bari, 20/464)

Di antara perkara yang menakjubkan pada diri Rasullullah shallallhu ‘alaihi wa sallam yang patut kita contoh adalah bahwasanya beliaushallallhu ‘alaihi wa sallam setiap keluar dari rumahnya membaca do’a

اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan disesatkan, dari ketergelinciran dan digelincirkan, dari berbuat dholim dan didholimi, dari berbuat bodoh dan dibodohi.” (HR. Abu Dawud, no 4430).
Do’a ini amatlah kita butuhkan, mengingat tatkala seorang hamba keluar dari rumahnya maka ia akan banyak berhadapan dengan syubhat dan syahwat di lingkungan sekitarnya. Ia juga akan bertemu dengan berbagai tipe dan jenis manusia, ada tipe yang baik dan tidak jarang pula bertemu dengan tipe yang buruk yang dapat menyesatkan dan menjauhkan dirinya dari jalan istiqamah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja sebagai orang yang ma’sum (terjaga dari dosa) masih mengkhawatirkan dirinya dari perkara-perkara di atas sehingga membaca do’a ini, maka kita sebagai seorang hamba yang tipis imannya tentu lebih layak untuk membaca dan mengamalkan do’a ini.
.3. Menanamkan keyakinan dan mengingat-ingat tentang balasan yang akan diraih bagi orang yang istiqamah
Istiqamah adalah perkara yang membutuhkan perjuangan besar, tentunya orang yang dapat istiqamah akan mendapatkan balasan yang besar sebagai balasan atas usaha yang dilakukannya. Allah berfirman(yang artinya):
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, maka mereka akan dibebaskan dari rasa takut dan kesedihan. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-Ahqof: 13-14)
Orang yang beriman dan memegang teguh keimanannya, kemudian ia istiqamah dalam melakukan amalan-amalan ketaatan sebagai konsekuensi dari keimanannya, maka ia akan mendapatkan pahala yang besar berupa rasa aman di tiga kehidupan yaitu kehidupan dunia, alam kubur dan kehidupan akherat. Allahpun akan memasukkannya ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan dan ia kekal di dalamnya. Apakah ada di antara kita yang enggan untuk menolak pahala yang besar ini?
.
4. Memilih teman yang baik
Sudah sering kita dengar hadits yang masyhur dari Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam tentang gambaran teman yang baik dan teman yang buruk, dimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallammengumpamakan teman yang baik sebagai penjual minyak wangi dan teman yang buruk sebagai tukang pandai besi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ لَا يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“ Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Tentang si penjual minyak wangi, kalau engkau tidak membeli minyak wanginya maka engkau akan medapatkan bau wanginya. Adapun tentang si tukang pandau besi, kalau engkau atau bajumu tidak terbakar maka engaku akan mendapatkan bau yang tidak enak.” (HR. Bukhori, no 1959)
Teman yang baik akan membantu kita untuk dapat istiqamah di jalan Allah, namun sebaliknya teman yang buruk akan menggelincirkan kita dari jalan istiqamah dan bahkan justru dapat mencelakakan kita. Terdapat kisah yang sangat menarik dari detik-detik kematian paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Abu Thalib. Kisah ini menggambarkan betapa bahayanya apabila seseorang berteman dengan teman-teman yang buruk.
لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ جَاءَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَ عِنْدَهُ أَبَا جَهْلٍ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ فَقَالَ أَيْ عَمِّ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ وَيُعِيدَانِهِ بِتِلْكَ الْمَقَالَةِ حَتَّى قَالَ أَبُو طَالِبٍ آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَأَبَى أَنْ يَقُولَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
“Tatkala menjelang kematian Abu Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepadanya. Ternyata di samping Abu Thalib sudah ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah. Nabipun berkata kepada Abu Thalib, “Wahai pamanku, ucapkanlah laa ilaha illallah, yaitu sebuah kalimat yang dapat aku jadikan hujjah untuk membantumu di sisi Allah. Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah segera menimpali seraya berkata, “(Wahai Abu Thalib), Apakah engkau membenci agamanya Abdul Muthalib (yaitu agama kesyirikan, pen)?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengulangi ucapannya, akan tetapi mereka berdua (yaitu Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah) juga selalu menimpali dan mengulag-ulang ucapannya hingga akhir dari ucapan Abu Thalib adalah sebagaimana ucapan Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah dan ia enggan untuk mengucapkan laa ilaha illallah.” (HR. Bukhari, no 4399).
Abu Thalib betul-betul menjadi orang yang sangat rugi karena berteman dengan teman yang buruk yaitu Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah, karena mereka berdua telah menjadi sebab kecelakaan, kehancuran dan kebinasaan dirinya di akherat. Abu Thalib dalam hidupnya banyak bergaul dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebaik-baik makhluk yang paling layak untuk dijadikan teman dan kekasih, akan tetapi di samping itu dia juga bergaul dengan teman-teman yang buruk yaitu Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah. Ternyata pergaulan dan persahabatannya dengan teman yang buruk ini menjadi sebab kehancuran dirinya. Sungguh malang dan tragis nasib Abu Thalib……..
.
5. Banyak membaca sirah (perjalanan hidup) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang shalih.
Berdasarkan realita, seseorang akan banyak terpengaruh oleh perkara-perkara yang sering dilihat dan didengarnya. Ketika seseorang menjadikan cemilan sehari-harinya adalah gosip para artis dan kehidupan glamour mereka, maka sadar atau tidak sadar perilaku para artis tersebut akan banyak membekas dan mempengaruhi gaya hidupnya. Hidup gak mau repot, serba instan serta “yang penting gue senang” ibarat telah menjadi icon khusus bagi mereka. Orang-orang seperti ini sangat susah diharapkan untuk istiqamah di jalan ketaatan.Boro-boro untuk istiqamah di jalan ketaatan, untuk menjalankan amalan-amalan ketaatan saja mungkin terasa berat bagi jiwa mereka. Menuntut ilmu syar’I, shalat berjama’ah, menundukkan pandangan terhadap lawan jenis, berhias diri dengan sifat qana’ah, sabar dalam menghadapi cobaan hidup adalah merupakan contoh-contoh amalan ketaatan yang kedengarannya amat mustahil bagi orang-orang yang berpaham artisme(bergaya hidup seperti artis) seperti ini, kecuali orang-orang yang dirahmati Allah.
Sebaliknya, orang yang banyak menbaca sirah Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang sholih akan menemukan kunci-kunci jalan menuju istiqamah. Ketika seseorang ditimpa futursindrom (penyakit melemahnya iman yang merupakan musuh dari istiqamah) sehingga terasa malas baginya untuk menjalankan qiyamul lail, maka saat ia membaca perjalanan hidup Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata didapatkan bahwa beliau adalah orang yang rajin dalam menjalankan qiyamul lail hingga bengkak kakinya. Ketika seseorang merasakan jiwanya malas untuk berdzikir dan berat untuk banyak memohon ampun kepada Allah, maka saat ia membaca perjalanan hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata didapatkan bahwa beliau adalah orang yang beristighfardan bertaubat kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari. Ketika seseorang merasa terkucilkan di tengah keluarga, kerabat dan masyarakat di sekitarnya karena menjalankan syari’at islam, maka saat ia membaca perjalanan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata didapatkan bahwa beliau adalah orang yang dimusuhi oleh kerabat dekatnya dan bahkan beliau diusir oleh kaumnya dari kampung halaman yang ia cintai yaitu Makkah. Ketika seseorang merasakan sesak dadanya ketika banyak dicela dan dimusuhi dalam berdakwah di jalan Allah, maka saat ia membaca perjalanan hidup Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata didapatkan bahwa beliau adalah orang yang pernah mengalami ancaman dan usaha pembunuhan, pernah dilempari batu, pernah diletakkan kotoran di atas punggungnya, pernah difitnah sebagai tukang sihir, pernah dijuluki sebagai orang gila dan lain-lain.
Dengan banyak membaca perjalanan hidup kekasih Allah, Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam maka seseorang akan semakin terpacu untuk memegang erat Agama Islam yang lurus ini, istiqamah dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya serta akan menyadari betapa kecilnya cobaan yang menimpa dan dialaminya dibandingkan dengan yang dialami oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Inilah beberapa perkara yang dapat membantu seorang hamba untuk dapat istiqamah di jalan Allah, mudah-mudahan bermanfaat.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia)”. ( Ali-Imran: 8 )
Tengaran, 05 April 2010
Ibnu Ali
Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, dosa kedua orang tua dan guru-gurunya
Catatan: Penomoran hadits dan kitab dalam artikel ini didasarkan atas program Maktabah Syamilah