This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Materi Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

PENGERTIAN GAYA

Dua orang siswa sedang membawa kursi panjang. Satunya mendorong dan satunya menarik. Kerja sama keduanya menyebabkan kursi tersebut dapat dipindahkan dengan mudah. Demikian pula, untuk menendang bola diperlukan gaya yang tepat agar bola sampai sasaran yang ditentukan. Tarikan atau dorongan dalam fisika disebut dengan gaya. Dengan demikian, mengerjakan gaya pada suatu benda sama artinya dengan mendorong atau menarik benda tersebut. Dua Jenis Gaya Ada 2 jenis gaya, yaitu gaya sentuh dan gaya tidak sentuh. 1. Gaya sentuh Gaya sentuh adalah gaya yang timbul karena persentuhan langsung secara fisika antara dua buah benda. Contoh gaya sentuh : gaya gesek, gaya normal, gaya pegas, gaya otot dan sejenisnya. Perhatikan gambar berikut.
Belajar memanah 2. Gaya tak sentuh Gaya tak sentuh adalah gaya yang timbul walaupun kedua benda tidak bergesekan secara fisik. Contoh gaya tak sentuh : gaya gravitasi, gaya magnet dan gaya listrik. Perhatikan gambar berikut.
Apel jatuh karen tertarik gravitasi bumi Rambut berdiri karena pengaruh listrik statis Perubahan-perubahan yang disebabkan oleh gaya Ada empat perubahan yang dapat ditimbulkan oleh gaya : 1. Benda diam menjadi bergerak 2. Benda bergerak menjadi diam 3. Bentuk dan ukuran benda berubah 4. Arah gerak benda berubah Mengukur gaya Di dalam laboratorium, gaya diukur dengan menggunakan neraca pegas (dinamometer). Satuan gaya dalam dalam SI adalah Newton, sedangkan dalam cgs adalah dyne.

Minggu, 28 November 2010

CIRI - CIRI MAKHLUK HIDUP

Ciri-Ciri Makhluk HidupTentunya ada hewan, tumbuhan, mobil, rumah, motor, dan banyak lagi. Dapatkah kamu membedakan makhluk hidup dan benda tidak hidup?
Setelah kamu mengetahui ciri-ciri makhluk hidup, sekarang cobalah kamu lakukan kegiatan berikut ini.1. Makhluk Hidup Bergerak
Amatilah gambar berikut ini!Bagaimanakah hewan tersebut bergerak?
Burung bergerak dengan cara terbang. Jika berada di darat, burung
bergerak dengan cara berjalan.

Ayo lakukan kegiatan berikut ini.
Mengamati Cara Bergerak Manusia dan Hewan
Tujuan: Kamu dapat membedakan cara gerak manusia dan hewan.
Langkah Kerja
Berikut ini terdapat gambar gerak manusia dan hewan.
Tugasmu, mengidentifikasi cara bergerak manusia dan hewan tersebut. Kemudian, tulis di buku
latihanmu seperti tabel berikut ini.
Jawablah pertanyaan berikut ini.
1. Dari hasil pengamatanmu, bagaimana cara bergerak manusia dan hewan tersebut?
2. Di antara kelima makhluk hidup tersebut, adakah yang cara bergeraknya sama? Sebutkan.
Apakah tumbuhan bergerak? Adakah tumbuhan putri malu di lingkungan sekitarmu? Tumbuhan putri malu akan menguncup jika disentuh daunnya. Menguncupnya daun putri malu merupakan contoh gerak tumbuhan, seperti: mekar dan kuncupnya bunga. Dapatkah kalian sebutkan contoh lain dari
gerak tumbuhan? Diskusikan dengan temanmu.

2. Makhluk Hidup Memerlukan Makanan dan Air
Manusia, hewan, dan tumbuhan memerlukan makanan. Makanan
berguna sebagai sumber energi. Energi digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan.
Makhluk hidup memiliki jenis makanan yang berbeda-beda.
Setiap makhluk hidup memiliki cara yang berbeda untuk memenuhi makanannya sehari-hari. Makhluk hidup ada yang suka memakan tumbuhan dan ada yang suka memakan daging. Ada juga mahkluk hidup yang suka memakan daging dan tumbuhan.
Hewan pemakan tumbuhan yang disebut hewan herbivora. Contoh hewan herbivor adalah sapi, kelinci, dan kuda.
Harimau sedang memakan daging. Harimau termasuk hewan pemakan daging, yang disebut hewan karnivora. Dapatkah kamu menyebutkan contoh hewan karnivor lainnya? Diskusikan bersama temanmu. Selain itu, ada juga hewan pemakan tumbuhan dan daging yang disebut hewan omnivora. Contoh hewan omnivor adalah beruang dan ayam.

Selain membutuhkan makanan, makhluk hidup juga membutuhkan minum. Tanpa makan dan minum, makhluk hidup akan mati. Bagaimana dengan tumbuhan? Tumbuhan juga memerlukan makanan. Zat makanan yang diperlukan tumbuhan terdapat di dalam tanah. Zat makanan diserap melalui akar. Selain itu, tumbuhan mampu menghasilkan makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Amatilah Gambar
Fotosintesis terjadi di dalam daun yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Daun yang mengandung klorofil ini dapat mengubah karbon dioksida (CO2) dan air menjadi zat tepung (zat pati) dan oksigen (O2). Proses fotosintesis itu dapat terjadi dengan bantuan cahaya matahari. Karena itu, tumbuhan harus selalu disiram dengan air dan ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari.

3. Makhluk Hidup selalu Bernapas
Ciri makhluk hidup lainnya adalah bernapas.Bernapas adalah menghirup udara dan mengembuskannya kembali ke lingkungan. Setiap saat kita bernapas menggunakan paru-paru. Kita menghirup udara berupa oksigen (O2) yang masuk melalui hidung, diteruskan ke paru-paru. Kemudian, dikeluarkan kembali dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Alat pernapasan setiap makhluk hidup berbedabeda. Hewan, seperti kuda, sapi, kerbau, kucing, dan gajah, bernapas dengan paru-paru. Hewan yang hidup di air, seperti ikan, bernapas dengan insang. Tumbuhan juga membutuhkan udara. Udara masuk ke dalam tumbuhan melalui bagian-bagian tertentu yang ada pada daun, batang, atau akar.

Ayo, Cari Tahu 1.3

Membuktikan bahwa Tumbuhan Bernapas
Tujuan

Kamu dapat membuktikan bahwa tumbuhan bernapas.
Kegiatan ini dilakukan di sekolah.

Alat dan Bahan
1. Gelas plastik bekas air mineral
2. Kantong plastik bening
3. Tanaman rumput

Langkah Kerja
1. Siapkan gelas plastik bekas air mineral.
2. Masukkan tanah ke dalam gelas plastik.
3. Tanamlah rumput ke dalam gelas plastik.
4. Kemudian, tutuplah gelas plastik dengan
plastik bening. Biarkan 1-2 hari.

Jawablah pertanyaan berikut ini.
1. Apa yang terjadi dengan tanaman rumput tersebut setelah dibiarkan 1-2
hari?
2. Apa yang kamu lihat pada plastik?
3. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan ini?

4. Makhluk Hidup Mengalami Pertumbuhan
Kucing merupakan hewan yang banyak dipelihara orang. Tentunya kamu tahu bahwa kucing mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran tubuh menjadi besar, baik berat maupun tingginya.


5. Makhluk Hidup Berkembang Biak
Ciri makhluk hidup lainnya adalah berkembang biak. Artinya, makhluk hidup dapat menghasilkan keturunan. Tujuan makhluk hidup berkembang biak adalah memperbanyak keturunan agar jenisnya tidak habis atau punah. Manusia berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Kucing juga berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Setelah melahirkan, kucing menyusui anaknya. Ayam berkembang biak dengan cara bertelur. Induk ayam yang sedang bertelur akan mengerami telurnya selama 21 hari. Telur yang dierami akan menetas menjadi anak ayam. Perhatikan Gambar 1.11a.
Gambar 1.11b.

Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan anak disebut beranak. Hewan yang berkembang biak dengan cara menghasilkan telur disebut bertelur.
Tumbuhan pun dapat berkembang biak. Padi, jagung, mangga, semangka, dan durian berkembang biak dengan biji. Biji ditanam, setelah beberapa hari akan tumbuh tunas akar, batang, dan daun. Setelah beberapa lama, biji akan tumbuh menjadi individu baru.
Apakah terdapat contoh lain selain tumbuhan yang disebutkan di atas? Tumbuhan juga dapat berkembang biak tanpa menggunakan biji. Cara berkembang biak seperti itu menggunakan bagian tubuh induknya, seperti bagian akar, batang, atau daun. Contohnya pohon pisang yang berkembang biak dengan tunas. Singkong yang berkembang biak dengan batangnya (Gambar 1.12a), dan wortel yang berkembang biak dengan akarnya (Gambar 1.12b).


Ayo, Kerjakan 1.1
Amatilah hewan dan tumbuhan di sekitarmu.
Bagaimanakah cara hewan dan tumbuhan tersebut berkembang biak?
Untuk mengetahuinya, kamu dapat mengamatinya langsung atau
mencari tahu melalui buku di perpustakaan sekolahmu.
Buatlah data cara perkembangbiakan hewan dan tumbuhan tersebut
dalam bentuk tabel seperti di bawah ini pada buku latihanmu.


Ayo, Berlatih 1.1
Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah perbedaan antara makhluk hidup dan benda tidak hidup?
2. Sebutkan cara-cara hewan berkembang biak dan berikan contohnya.

B. Kebutuhan Makhluk Hidup
Makhluk hidup memerlukan berbagai macam kebutuhan agar dapat bertahan hidup. Kebutuhan makhluk hidup tersebut, antara lain, makanan, air, udara, cahaya matahari, dan tempat tinggal.
1. Makanan
Makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah sumber energi bagi makhluk hidup. Tanpa makanan, makhluk hidup akan mati. Melalui makanan, makhluk hidup menghasilkan energi panas sehingga tubuhnya menjadi hangat.
2. Air
Selain makanan, makhluk hidup juga membutuhkan air. Air berfungsi agar tubuh tidak mengalami kekeringan (dehidrasi). Jika kamu haus, kamu akan mengambil minum, bukan? Begitu juga dengan hewan dan tumbuhan yang sama-sama membutuhkan air.
3. Udara
Makhluk hidup membutuhkan udara untuk bernapas. Tanpa udara, makhluk hidup akan mati. Udara yang dibutuhkan makhluk hidup adalah udara yang bersih. Cobalah kamu tutup hidungmu selama sepuluh detik. Apa yang kamu rasakan?
4. Cahaya Matahari
Makhluk hidup membutuhkan cahaya matahari. Cahaya matahari dibutuhkan hewan dan manusia untuk menghangatkan tubuhnya, menerangi lingkungan, dan untuk mengeringkan berbagai benda. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis.
5. Tempat Tinggal
Makhluk hidup membutuhkan tempat tinggal. Manusia membutuhkan rumah sebagai tempat perlindungannya. Hewan dan tumbuhan pun membutuhkan tempat untuk berlindung. Tempat tinggal hewan biasa disebut kandang atau sarang. Tumbuhan menggunakan tanah dan air sebagai tempat tinggalnya.

Ayo, Kerjakan 1.2
Coba kamu tulis di buku catatanmu tentang kebutuhanmu sehari-hari agar
kamu dapat melangsungkan hidup dengan baik.
Ayo, Berlatih 1.2
Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah terdapat persamaan antara kebutuhan manusia, hewan,
dan tumbuhan?
2. Sebutkan kebutuhan tumbuhan yang kamu ketahui.
Ayo, Pahami
• Manusia, hewan, dan tumbuhan termasuk makhluk hidup.
• Makhluk hidup memiliki ciri-ciri, yaitu dapat bergerak, membutuhkan
makanan, bernapas, tumbuh, dan berkembang biak.
• Agar dapat bertahan hidup, makhluk hidup membutuhkan makanan,
air, udara, cahaya matahari, dan tempat tinggal.
Ayo, Pelajari Kembali
Apakah kamu sudah memahami materi tentang Ciri-Ciri dan Kebutuhan
Makhluk Hidup? Setelah mempelajarinya, apakah kamu menemukan
kesulitan? Jika ada, diskusikan bersama teman dan gurumu.



Senin, 22 November 2010

RAGAM POTENSI SUKU-SUKU DI INDONESIA

Mengenal Suku Suku Bangsa di Indonesia
Suku Suku Bangsa di Indonesia
Karena begitu banyaknya jumlah suku suku bangsa di Indonesia, tidak mungkin bisa menyebutnya satu persatu. Namun suku suku tersebut bisa dibagi dalam kelompok besar, yang diantaranya adalah :
1. Suku Papua
Orang yang tinggal dan mendiami pulau Papua disebut suku Papua. Mereka terbagi lagi dalam banyak suku. Yang cukup terkenal adalah suku Asmat. Suku ini sebagian ada yang tinggal di daerah pinggiran pantai atau pesisir, sebagian lagi menetap di daerah pedalaman. Yang membuat suku ini terbilang istimewa adalah kepintarannya membuat ukiran yang bernilai seni sangat tinggi.

2. Suku Bali
Sesuai dengan namanya, suku Bali tinggal di Pulau Bali. Kebanyakan dari mereka adalah pemeluk agama Hindu. Jumlah populasinya juga cukup banyak, yaitu sekitar lima juta jiwa.
Sehari-hari mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Bali. Namun untuk berhubungan dengan pihak luar mereka tetap menggunakan Bahasa Indonesia.
3. Suku Batak
Suku Batak juga terbagi dalam beberapa sub suku, antara lain Batak Tapanuli, Karo, Toba, Simangulun dan masih banyak lagi. Sebagian besar adalah pemeluk agama Kristen. Lainnya adalah pemeluk agama Islam, kepercayaan dan faham animisme yang sering mendapat sebutan Parbegu atau Palebegu.
4. Suku Banjar
Adalah suku yang sebagian besar orangnya tinggal di pulau terbesar, Kalimantan. Kadangkala suku Banjar juga mendapat julukan Melayu Banjar. Namun akhir-akhir ini julukan tersebut mulai jarang digunakan.
5. Suku Betawi
Sebenarnya suku ini berasal dari hasil perkawinan antar suku beberapa abad yang lalu. Mereka tinggal di Jakarta. Suku ini terkenal karena selain tinggal di daerah Ibu Kota juga dengan penggunaan bahasa yang menyebut “lu” sebagai kamu dan “gue” sebagai aku.
6. Suku Jawa
Adalah suku yang populasi penduduknya paling besar di Indonesia. Mereka tinggal di pulau Jawa bagian tengah dan Timur serta Jogjakarta. Di dalam suku ini juga terdapat kelompok suku lain yang jumlahnya juga cukup banyak. Misalnya suku Osing di daerah Banyuwangi, kemudian suku Tengger di Jawa Timur dan sebagainya.
7. Suku Makasar
Suku ini terkenal karena punya jiwa petualangan yang tinggi. Pada jaman dulu mereka suka melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan kapal. Jadi mereka juga dikenal sebagai pelaut yang ulung. Maka tidak mengherankan bila saat ini banyak orang yang dari suku Makasar menyebar di seluruh Indonesia.
8. Suku Dayak
Seperti halnya suku Banjar, suku Dayak juga banyak yang tinggal di Kalimantan. Mereka terbagi-bagi dalam banyak suku suku lain yang lebih kecil. Bahasa dan kebudayaannya pun berbeda meski tidak terlalu banyak.
9. Suku Melayu
Komunitas suku ini juga terbilang cukup besar. Mereka tinggal di pulau Sumatera serta sebagian Kalimantan di daerah pesisir sebelah Barat serta Utara. Terkenal dengan budaya pantunnya yang indah dan memikat.
10. Suku Sunda
Suku ini mendiami pulau Jawa bagian Barat. Mereka juga terbagi-bagi dalam suku yang lebih kecil. Ada Cirebon atau Banten dan lain-lain. Khusus untuk Banten, suku ini terkenal dengan salah satu bentuk seni yang dimiliki, yaitu Debus.

Bangsa Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budaya dan keseniannya. Ini tidak mengherankan, karena suku suku bangsa di Indonesia itu jumlahnya banyak sekali.
Ada sekitar 360 lebih suku yang menyebar dari pulau Sabang di ujung Sumatera hingga Merauke di Papua. Mereka tinggal di seluruh kepulauan nusantara dengan ciri budaya, bahasa, seni dan adat istiadat yang berbeda-beda.
Ciri khas yang berbeda-beda ini tidak membuat bangsa Indonesia menjadi tercerai berai, namun justru menjadi kuat. Meski dalam banyak hal ada perbedaan, namun tetap hidup dalam satu kesatuan bangsa Indonesia yang menganut paham Bhineka Tunggal Ika. Artinya adalah meski ada perbedaan namun pada dasarnya tetap satu juga.
Suku Bangsa yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali
Suku di Bali terdiri :
Suku Bali Majapahit di sebagian besar Pulau Bali
Suku Bali Aga di Karangasem dan Kintamani
Suku di Jawa Timur
Suku Bawean di Jawa Timur: Gresik
Suku Madura di Jawa Timur
Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur
Suku Tengger di Jawa Timur Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo lereng G. Bromo
Suku Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta
Suku Tengger di Jawa Timur
Suku Osing di Jawa Timur: Banyuwangi
Suku Samin di Jawa Tengah: Purwodadi
Suku di Banten
Suku Baduy di Banten
Suku Banten di Banten
Suku Cirebon di Jawa Barat
Suku Cirebon di Jawa Barat: Kota Cirebon
Suku Sunda di Jawa Barat

Daftar Senjata Tradisional yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali
Berikut ini nama – nama senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mungkin tulisan ini dapat sedikit membantu meskipun mungkin ada dari beberapa propinsi yang kurang lengkap dan sebagainya.
Nama Senjata Tradisional Khas Daerah Adat Budaya Nasional - Kebudayaan Nusantara Indonesia
• Provinsi DKI Jakarta, Senjata Tradisional : Badik, Parang, Golok
• Provinsi Jawa Barat / Jabar, Senjata Tradisional : Kujang
• Provinsi Jawa Tengah / Jateng, Senjata Tradisional : Keris
• Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / Jogjakarta, Senjata Tradisional : Keris Jogja
• Provinsi Jawa Timur / Jatim, Senjata Tradisional : Clurit
• Provinsi Bali, Senjata Tradisional : Keris
Bahasa Daerah di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Wilayah atau Propinsi
• Wilayah Bali Menggunakan Bahasa Bali, Bahasa Sasak
• Wilayah Jawa Menggunakan Bahasa Jawa, Bahasa Madura
• Wilayah Jawa Menggunakan Bahasa Sunda

Daftar lagu daerah / Tradisional yang terdapat di Pulau Jawa dan BaliD
Berikut ini merupakan nama nama lagu daerah / lagu tradisional di Indonesia, lagu daerah merupakan salah satu kekayaan kebudayaan kita bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai macam kultur yang patut kita jaga kelestariannya, apalagi sampai di jiplak lagi oleh negara tetangga…… !
JAWA BARAT
1. Bubuy Bulan
. Cing Cangkeling
3. Es Lilin
4. Jali-Jali
5. Panon Hideung
6. Pileuleuyan
7. Sapu Nyere Pegat Simpai
8. Tokecang
DKI
1. Keroncong Kemayoran
2. Kicir-Kicir
3. Manuk Dadali
4. Ronggeng
5. Surilang
6. Jali-Jali
JAWA TENGAH
1. Bapak Pucung
2. Gambang Suling
3. Gek Kepriye
4. Gundul Pacul
5. Ilir-Ilir
6. Jamuran
JAWA TIMUR
1. Gai Bintang
2. Kembang Malathe
3. Keraban Sape
4. Tanduk Majeng
YOGYA KARTA
1. Pitik Tukung
2. Sinom
3. Suwe Ora Jamu
4. Te Kate Dipanah
BALI
1. Dewa Ayu
2. Macepet Cepetan
3. Mejangeran
4. Meyong-Meyong
5. Ngusak Asik
6. Ratu Anom
BANTEN
1. Dayung Sampan

Kamis, 07 Oktober 2010

BELAJAR NULIS

PEMAKAIAN TANDA BACA
A. Tanda Titik (.)
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya:
Ayahku tinggal di Solo.
Biarlah mereka duduk di sana.
Dia menanyakan siapa yang akan datang.

2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya:
a. III. Departemen Dalam Negeri
A. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
B. Direktorat Jenderal Agraria
1. ...
b. 1. Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar Tangan
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik
Catatan:
Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.
3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu.
Misalnya:
pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)
4. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu.
Misalnya:
1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik)
0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
0.0.30 jam (30 detik)
5. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Poestaka.
6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Misalnya:
Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231 jiwa.
7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukan jumlah.
Misalnya:
Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
Lihat halaman 2345 dan seterusnya.
Nomor gironya 5645678.
8. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
Misalnya:
Acara kunjungan Adam Malik
Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD ‘45)
Salah Asuhan
9. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.
Misalnya:
Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)
1 April 1985 (tanpa titik)
Yth. Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik)
Jalan Arif 43 (tanpa titik)
Palembang (tanpa titik)
Atau:
Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik)
Jalan Cikini 71 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)

B. Tanda Koma (,)
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Misalnya:
Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat serata berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.
Misalnya:
Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim.
3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Misalnya:
Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
4. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.
Misalnya:
Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
Dia tahu bahwa soal itu penting.
5. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula,meskipun begitu, akan tetapi.
Misalnya:
... Oleh karena itu, kita harus hati-hati.
... Jadi, soalnya tidak semudah itu.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.
Misalnya:
O, begitu?
Wah, bukan main!
Hati-hati, ya, nanti jatuh.
7. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat.
Misalnya:
Kata Ibu, “ Saya gembira sekali.”
“Saya gembira sekali,” kata Ibu, “karena kamu lulus.”
8. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya:
(i) Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pakuan, Bogor.
(ii) Sdr. Anwar, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
(iii) Surabaya, 10 Mei 1960
(iv) Kuala Lumpur, Malaysia.
9. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Alisjahbana, Sultan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat.
10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Misalnya:
B. Ratulangi, S.E.
Ny. Khadijah, M.A.
11. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Misalnya:
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, berkunjung ke Manado.
Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti latihan paduan suara.
Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia.
12. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Misalnya:
12,5 m
Rp 12,50
13. Tanda koma dapat dipakai––untuk menghindari salah baca––di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Atas bantuan Edyar, Agus mengucapkan terima kasih.
Bandingkan dengan:
Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.
Agus mengucapkan terima kasih atas bantuan Edyar.
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Misalnya:
“ Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim.
“Berdiri lurus-lurus!” perintahnya.

C. Tanda Titik Koma (;)
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Misalnya:
Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
2. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
Misalnya:
Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk memasak di dapur; Adik menghapal nama-nama pahlawan nasional.

D. Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misalnya:
Ketua : Moch. Achyar
Sekretaris : Tati Suryati
Bendahara : Noviana Pertiwi
2. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara surah dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Misalnya:
(v) Tempo, I (34), 1971:7
(vi) Surah Yasin:9
(vii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
(viii) Marzuki dan Rudy W. 2006. Pembuatan Aneka Kerupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.
3. Titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Misalnya:
Ayah : “Karyo, sini kamu!”
Karyo : (datang menghampiri) “Ada apa, Pak?”
Ayah : “Tolong ambilkan sepatu hitam yang di atas lemari!”
4. Titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.
Misalnya:
Pak Adi mempunyai tiga orang anak: Ardi, Aldi, dan Asdi.
Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

E. Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar atau kata berimbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.
Misalnya:





2. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Misalnya:
Anak-anak, kupu-kupu, berulang-ulang, kemerah-merahan, mondar-mandir, sayur-mayur
3. Tanda hubung menyambung huruf dari kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Misalnya:
p-a-n-i-t-i-a
17-08-1945
4. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan kata dengan kata berikutnya atau sebelumnya yang dimulai dengan huruf kapital, kata/huruf dengan angka, angka dengan kata/huruf.
Misalnya:
se-Indonesia, se-Jabodetabek, mem-PHK-kan, sinar-X, peringkat ke-2, S-1, tahun 50-an
5. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Misalnya:
di-smash, pen-tackle-an

F. Tanda Pisah
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
Misalnya:
Kemerdekaan bangsa itu––saya yakin akan tercapai––diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
2. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Misalnya:
Rangkaian temuan ini––evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom––telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau kata dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.
Misalnya:
2004––2009
tanggal 1––10 Mei 2007
Jakarta––Bandung
G. Tanda Elipsis (...)
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat atau dialog yang terputus-putus.
Misalnya:
Kalau begitu ... ya, ayo kita berangkat.
2. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Misalnya:
... selanjutnya akan di bawa ke pengadilan.
Ibu baru pulang ... pasar.
Catatan:
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu dipakai empat buah titik; tiga titik untuk menandai penghilangan teks dan satu titik untuk menandai akhir kalimat.
Misalnya:
Ibu baru pulang dari....

H. Tanda Tanya
1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
Misalnya:
Kapan ia berangkat?
Saudara tahu, bukan?
2. Tanda tanya dipakai di dalam kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan kebenarannya.
Misalnya:
Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?).
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

I. Tanda Seru (!)
1. Tanda seru dipakai pada akhir kalimat printah.
Misalnya:
Bersihkan kamar itu sekarang juga!
Jangan berisik!
2. Tanda seru dipakai pada akhir ungkapan atau pernyataan yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ketakjuban, ataupun rasa emosi yang kuat.
Misalnya:
Alangkah seramnya peristiwa itu!
Indah sekali pemandangan alam ini!
Merdeka!

J. Tanda Kurung ((...))
1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Misalnya:
Komisi A telah selesai menyusun GBPK (Garis-Garis Besar Program Kerja) dalam sidang pleno tersebut.
2. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Misalnya:
Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan perkembangan per-ekonomian Indonesia lima tahun terakhir.
3. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Misalnya:
Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.
4. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Misalnya:
Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a).
Sahrul Gunawan berasal dari (kota) Bogor.

K. Tanda Kurung Siku ([...])
1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai korekssi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Misalnya:
Sang Puteri men[d]engar bunyi gemerisik.
2. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Misalnya:
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35––38]) perlu dibentangkan di sini.

L. Tanda Petik (“...”)
1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lainnya.
Misalnya:
“Saya belum siap,” kata Mira, “tunggu sebentar!”
Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.”
2. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Misalnya:
Sajak “Berdiri Aku” terdaapat pada halaman 5 buku itu.
Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam harian Tempo.
3. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Misalnya:
Saat ini ia sedang tidak mempunyai pacar yang di kalangan remaja dikenal dengan “jomblo”.
Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan “si Hitam”.

M. Tanda Petik Tunggal (‘...’)
1. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Misalnya:
Tanya Basri, Kau dengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?”
“Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang’, dan rasa letihku lenyap seketika,” ujar Pak Hamdan.
2. Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Misalnya:
Feed-back berarti ‘balikan’.

N. Tanda Garis Miring (/)
1. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Misalnya:
No. 12/PK/2005
Jalan Kramat III/10
Masa Bakti 2005/2006
Tahun Ajaran 2006/2007
2. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap.
Misalnya:
Laki-laki/Perempuan
120 km/jam

O. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Misalnya:
Gunung pun ‘kan kudaki. (‘kan = akan)
17 Agustus ’45 (’45 = 1945)

Senin, 04 Oktober 2010

NORMA MASYARAKAT

Norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia
Ada 4 macam norma dalam masyarakt, yaitu :
1. Norma Agama
2. Norma kesusilaan
3. Norma kesopanan
4. Norma Hukum
Dalam pergaulanhidup di masyarakat terdapat 4 macam norma atau kaidah, yaitu:
1. Norma agama, yaitu peraturanhidup yang diterima sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan anjuran-anjuran yang berasal dari Tuhan. Contoh: tidak boleh minum-minuman keras, berbuat maksiat,mengkonsumsi madat, dan lain-lain.
2. Norma kesusilaan, yaitu peraturan hidup yang dianggapsebagai suara hati nurani manusia atau datang melalui suarabatin yang diakuidan diinsyafi oleh setiap orang sebagai pedoman dalam bersikap dan berbuat. Contoh: seorang anak durhaka terhadap orangtuanya.
3. Norma kesopanan, yaitu peraturan hidup yang timbul dari pergaulansegolongan manusia yang diikuti dan ditaati sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia terhadap lingkungan sekitarnya (misalnya: orang muda harus menghormati yang lebih tua).
4. Norma hukum, yaitu peraturan-peraturan yang timbul dari hukum yang dibuat oleh penguasa negara yang isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaanoleh alat-alat negara.Contoh: melakukan pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dan lain-lain. Selengkapnya di sini

Kamis, 15 April 2010

PELAPUKAN BATUAN

PELAPUKAN
Dalam perjalanan sejarahnya, bentuk permukaan bumi terus mengalami perubahan. Pada dasrnya perubahan tersebut dipengaruhi oleh 2 kekuatan yaitu gaya eksogen/bersifat merusak dan gaya endogen/bersifat membangun. Gaya eksogen mempunyai aktifitas meratakan permukaan bumi. Sebagai contoh gaya eksogen yaitu terjadinya pelapukan. Pelapukan merupakan proses perusakan dan penghancuran batuan penyusun kerak bumi.
Macam-macam pelapukan:
1. Pelapukan fisik/mekanik
Pelapukan ini disebut sebagai proses disintegras batuan. Pelapukan ini hanya terjadi perubahan bentuk, tanpa terjadi perubahan susunan kimiawinya. Pelapukan ini terjdi karena adanya perubahan temperatur, pemanasan langsung dari matahari, perubaghan air menjadi es, bekunua air tanah dala pori-pori tanah, dan mengkristalnya air garam.


Batuan akan memuai jika kena panas dan menyusut jika kena dingin. Perbedaan temperatur antara malam hari dan siang hari akan menyebabkan rapuhnya ikatan antar mineral butiran penyusun batuan.
Batuan yang tersusun dari mineral yang berwarna warni akan lebih cepat lapuk dibanding batuan yang tersusun atas mineral tunggal. Mineral yang berwarna gelap akan lebih cepat panas dibanding warna lain. Sehingga pada mineral yang gelap akan terjadi pengembangan volume ang lebih cepat dibandingkan mineral lain. Akibat perbedaan pemuaian, bidang batas antara mineral penyusun batuan akan retak dan jika hal tersebut terjadi terus menerus maka akan pecah.
2. Pelapukan kimiawi
Pelapukan ini disebut sebagai proses dekomposisi batuan. Pelapukan ini tidak hanya terjadi perubahan bentuk, tetapi juga terjadi perubahan susunan kimiawinya.
Pada daerah kapur, air hujan yang jatuh disamping membentuk aliran permukaan sebagian lagi juga meresap memasuki celah-celah yang terdapat pada batuan kapur. Batuan kapur mudah terlarut oleh air yang mengandung CO . Pelarutan yang berlangsung secara terus menerus akan terbentuk jaringan rekahan sehingga akan terbentuk aliran bawah tanah. Air hujan lenyap di dalam ponor-ponor yaitu lubang di permukaan batuan kapur yang di dalamnya air hujan dapat mengalir. Selian itu juga dapat terbentuk dolina (akibat aktivitas pelarutan, sehingga di daerah kapur terdapat lekukan pada batuan. Perembesan air hujan yang melarutkan dinding diaklas tegak yang semakin lama bertambah lebar). Pada langit-langit kapur biasanya terdapat rembesan air yang mengandung larutan kapur melalui retakan halus dan kemudian menetes dan jatuh ke dasar gua. Karena air menguap, maka yang tertinggal adalah kristal-kristal kalsit yang menggantung pada langit-langit gua. Fenomena ini disebut stalaktit. Pada stalaktit terdapat pipa di dalamnya. Air yang jatuh pada dasar gua akan menguap juga, akibatnya terbentuklah kristal-kristal kalsit dengan bentuk seperti tongkat yang mencuat dari dasar gua dan disebut dengan stalakmit. Stalaktit dan stalakmit yang terus tumbuh akan membentuk tiang-tiang dalam gua kapur.

3. Pelapukan organik
Kehadiran mikroorganisme dapat mengakibatkan raksi kimia berlangsung secara intensif. Cendawan dan lumut yang tumbuh di permukaan batuan akan menyerap bahan-bahan makanan dari batuan tersebut dan menghancurkannya sedikit demi sedikit.
Akar tanaman yang masuk ke dalam batuan di bawah lapisan tanah dapat menyebabkan terjadinya retakan. Binatang kecil seperti tikus, semut, cacing dan rayap akan membuat lubang pada batuan sebagai tempat tinggalnya. Akibatnya batuan yang semula kompak dan keras dapat hancur.


Minggu, 11 April 2010

BATUAN

BATUAN berdasarkan cara pembentukannya dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1. BATUAN BEKU
batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Macam-macamnya adalah :
a. Batu Apung
batu apung terbentuk dari pendinginan magma yang mengandung gelembung gas. Ciri-ciri utama batu apung adalah warna ke abu-abuan berpori-pori, bergelembung, ringandan terapung di air.



b. Batu Kaca atau Obsidian
batu Obsidian terbentuk dari larva permukaan yang mendingin dengan cepat. Ciri- ciri utama batu ini adalah warna hitam seperti kaca tidak ada kristal.




c. Batu Basal
Batu Basal terbentuk dari pendinginan lava yang mengandung gelembung gas tetapi gasnya telah menguap. Ciri-ciri utama batu basal terdiri dari atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau ke abu-abuan dan berlubang-lubang.


d. Batu Granit
Batu granit terbentuk dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat dibawah permukaan bumi. Ciri-ciri utama batu granit yakni warna nya putih sampai abu-abu, kadang-kadang terdiri atas kristal-kristal kasar.

2. BATUAN ENDAPAN (SENDIMEN)
Batuan endapan (sendimen) adalah batuan yang terbentuk karena pengaruh peristiwa alam atau proses kimia atau pelapukan.
macam-macam batuan endapan atau batuan sendimen adalah :
a. Batu Pasir
Batu pasir berbentuk butir-butir kuarsa yang disemen oleh batuan berbutir lebih halus berupa gamping. Warna batu pasir bermacam-macam tergantung kepada warna bahan penggabungnya.

b. Batu Serpih
Batu serpih terdiri dari butiran yang sangat halus , permukaanya licin dan mudah belah, berwarna biru dan abu-abu.



c. Batu Breksi
Batu yang terdiri atas kerikil-kerikil yang berpinggiran tajam bukan kerikil-kerikil bulat.
d. Batu Kapur atau Batu Gamping
Batu gamping adalah merupakan endapan yang berlapis-lapis , kebanyakan terjadi dari endapat kimia dan lainnya terbentuk dari kerangka berkapur jasad-jasad renik organisme laut. Batu gamping merupakan bahan penting dalam industri pembuatan baja dan gelas serta industri semen.
e. Batu Konglomerat
Batu konglomerat terbentuk dari bahan-bahan yang lepas-lepas yang karena gaya beratnya sehingga terpadatkan dan terikat. Ciri uatmanya adalah meterial kerikil-kerikil bulat, batu-batu dan pasir yang merekat satu ama lainnya.

3. BATUAN MALIHAN (METAMORF)
Batuan malihan adalah batuan yang terjadi oleh peristiwa kimia dalam jangka waktu yang lama, tekanan yang sangat besar dan dalam suhu yang sangat tinggi. Batuan malihan bersal dari batuan beku dan batuan endapan yang berubah karena pengaruh suhu dan tekanan tinggi dalam kerak bumi.
macam-macam batuan malihan atau metamorf adalah :
a. Marmer atau batu Pualam
Marmer adalah batu gamping yang berbah karena tekanan dan suhu tinggi di dalam kerak bumi. Marmer atau batu pualam mempunyai permukaan yang mengkilap dengan garis-garis warna lembut melintang banyak digunakan batu hiasan karena indah dipandang.
b. Batu Sabak
Batu sabak adalah batuan metamorf yang berasal dari batuan sedimen berbutir halus, misalnya serpih yang berubah karena tekanan dan suhu tinggi
c. Batu Kuarsa
Batu kuarsa berasal dari batu pasir yang berubah karena suhu dan tekanan yang tinggi


Senin, 08 Februari 2010

PESAWAT SEDERHANA


PESAWAT SEDERHANA
Jenis-jenis Pesawat Sederhana, ada 4 macam yaitu :
A. Tuas atau Pengungkit
B. Bidang Miring
C. Katrol
D. Roda
span class="fullpost">

A. Pengungkit
Pengungkit biasa juga disebut dengan TUAS.
Pengungkit merupakan salah satu alat pesawat sederhana yang dapat digunakan untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat benda.Tahukah kamu bahwa pengungkit terdiri dari beberapa bagian? Pengungkit terdiri dari tiga bagian,yaitu:
• Titik Tumpu disebut juga dengan titik fulkrum, yaitu titik tempat batang ditumpu atau diputar.
• Titik Beban yaitu bekerjanya beban.
• Titik Kuasa yaitu bekerjanya gaya
Jenis-jenis Pengungkit
1. Pengungkit Jenis Pertama
Pengungkit jenis pertama yaitu letak titik tumpu berada diantara beban dan kuasa.
Salah satu contoh dari jenis pertama ini adalah jungkat-jungkit.

Jika kamu dan teman kamu sedang bermain jungkat-jungkit, kamu pasti merasa sulit dan berat untuk menjungkit teman kamu apabila jarak teman kamu ke titik tumpu sangat jauh.

Sebaliknya, kamu pasti merasa lebih ringan untuk menjungkit teman kamu jika jarak teman kamu ke titik tumpu lebih dekat. Oleh sebab itu, letak jarak titik kuasa, titik tumpu dan titik bebannya harus disesuaikan.

Contoh lain dari pengungkit jenis pertama, yaitu: linggis, gunting, batang kayu untuk mencungkil benda, pembersih telinga dan masih banyak lagi.

2. Pengungkit Jenis Kedua
Pengungkit jenis kedua yaitu letak titik bebannya berada diantara titik tumpu dan titik kuasa. Salah satu contoh dari jenis kedua ini adalah gerobak dorong satu roda yang digunakan pada bangunan.

Pada waktu kamu mengangkat batu bata dengan menggunakan gerobak dorong satu roda, kamu pasti merasa berat jika gagang pendorongnya terlalu pendek. Itu dikarenakan jarak titik kuasa dan titik beban terlalu dekat.

Jika gagang pegangannya panjang, kamu pasti akan merasa ringan mengangkut batu. Itu dikarenakan jarak titik kuasa dan titik beban terletak sangat jauh.
Tetapi jika terlalu terlalu jauh juga dapat menyulitkan dalam penggunaannya. Oleh sebab itu, disesuaikan jarak antara titik kuasa, beban dan tumpu di letakkan.

Contoh lain dari pengungkit jenis kedua, yaitu: pembuka botol, alat pemecah kemiri, alat pemecah kepiting dan masih banyak lagi.

3. Pengungkit Jenis Ketiga
Pengungkit jenis ketiga yaitu letak titik kuasa berada diantara titik tumpu dan titik beban.
Salah satu contoh dari jenis tiga ini adalah orang yang sedang mengangkat pasir dengan menggunakan sekop.

Pada waktu kamu mengangkat pasir dengan menggunakan skop dengan gagang pegangan yang pendek, kamu pasti merasa ringan dan kamu akan mengeluarkan tenaga yang lebih kecil. Karena pada gagang sekop yang pendek, jarak titik tumpu dan titik kuasa terlalu dekat.

Berbeda dengan sekop yang memiliki gagang yang panjang. Kamu akan merasa berat dan tenaga yang kamu keluarkan juga besar. Hal ini dikarenakan pada gagang sekop yang panjang, jarak titik tumpu dan titik kuasa terletak jauh. Tetapi jika terlalu panjang juga dapat menyulitkan dalam penggunaannya. Oleh sebab itu, disesuaikan jarak antara titik tumpu, kuasa dan beban diletakkan.

Contoh lain dari pengungkit jenis ketiga, yaitu:
Pada saat kamu mengangkat sendok ke mulut kamu, mengangkat sampah dengan serokkan sampah dan masih banyak lagi.

B. Bidang Miring

Bidang Miring adalah suatu permukaan datar yang memiliki suatu sudut, yang bukan sudut tegak lurus, terhadap permukaan horizontal
Salah satu contoh bidang miring adalah tangga yang biasa kamu naiki.

Jika kamu menaiki tangga yang sangat curam, kamu pasti akan merasa lebih berat untuk mengangkat kakimu dan kamu memerlukan tenaga yang lebih besar.

Jika kamu menaiki tangga yang sangat landai, kamu pasti akan merasa lebih ringan untuk mengangkat kakimu dan kamu memerlukan tenaga yang lebih kecil. Tetapi jika terlalu landai, jarak yang harus kamu tempuh akan semakin jauh.

Contoh lain dari bidang miring, yaitu: Jalan berkelok pada bukit, papan miring untuk menaiki drum ke bak mobil dan sekrup.

C. Katrol
Katrol adalah Sebuah roda yang sekelilingnya diberi tali dan dipakai untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Jika kamu mengangkat barang dengan menggunakan katrol, maka kamu akan merasa lebih ringan jika jumlah katrol yang kamu gunakan semakin banyak.
Jadi, katrol bisa disusun dengan berbagai jenis susunan, yaitu : Katrol tetap, katrol bebas dan katrol majemuk.
Jenis-jenis Katrol
1. Katrol Tetap

Katrol tetap adalah katrol yang dipasang tetap pada suatu titik. Biasanya digunakan untuk mengubah arah gaya yang kita keluarkan
Contohnya:
Katrol untuk mengambil air di sumur, Kerekan burung, Katrol yang digunakan untuk mengangkut barang pada bangunan dan Kerekan bendera.
2. Katrol Bebas

Berbeda dengan katrol tetap, katrol bebas bisa bergerak. Katrol ini tidak mengubah arah gaya yang kita keluarkan.
Contohnya :
Alat pengangkut peti kemas di dermaga, alat pengangkut bahan bangunan pada pembangunan gedung bertingkat.
3. Katrol Majemuk

Katrol majemuk adalah susunan katrol yang terdiri lebih dari satu katrol.
Contohnya :
Pada mobil derek dan peralatan pemanjat tebing.

d. Roda
Roda digunakan untuk memindahkan benda agar lebih ringan, roda memiliki sebuah poros dan bisa berputar pada porosnya.
Salah satu contoh roda adalah roda sepeda yang biasa kamu naiki
Jenis-jenis Roda
1. Roda Setali
Roda setali, yaitu dua buah roda atau lebih yang dihubungkan dengan tali.
Contohnya :
Roda sepeda yang dihubungkan dengan rantai, dan roda sepeda motor yang dihubungkan dengan rantai.

2. Roda Sepusat
Roda sepusat, yaitu dua buah roda atau lebih yang memiliki pusat yang sama.
Contohnya :
Roda pada mobil truk.

3. Roda Bersinggungan
Roda bersinggungan, yaitu dua buah roda atau lebih yang saling bersinggungan satu sama lain.
Contohnya :
Roda pada bagian dalam jam.

Selasa, 01 Desember 2009

ULANGAN SEMESTER 2008 / 2009

ULANGAN AKHIR SEMESTER I
SD ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2008 / 2009

Mata Pelajaran : IlmuPengetahuan Alam
Kelas : lima ( V )
Ulangan Akhir Semester I Tahun Pelajaran :
2009/2010

ULANGAN KENAIKAN KELAS SEMESTER II
SD ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2008 / 2009
Mata Pelajaran : IlmuPengetahuan Alam
Kelas : lima ( V )
Ulangan Kekanikan Kelas 2008 /2009, klik disini

Rabu, 25 November 2009

PERUBAHAN WUJUD BENDA

1. Setiap molekul zat
Setiap molekul zat memiliki cirinya masing-masing, yaitu :
a. Ciri Khas Molekul Zat Padat
- gaya tarik menarik sangat kuat
- susunannya berdekatan satu sama lain
- letaknya berdekatan
- tidak bisa bergerak bebas
b. Ciri Khas Molekul Zat Cair
- gaya tarik menarik tidak begitu kuat
- susunannya tidak beraturan
- letaknya agak renggang
- bergerak bebas berpindah-pindah tempat
c. Ciri Khas Molekul Zat Gas
- gaya tarik menarik sangat kecil
- susunannya sangat tidak teratur
- letaknya saling berjauhan
- bergerak sangat bebas
2. Perubahan Wujud Benda
Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Zat berdasarkan wujudnya dapat dibedakan menjadi zat padat, zat cair dan zat gas. sedangkan berdasarkan kemurniannya zat dibedakan atas unsur, senyawa dan campuran
Zat dapat mengalami perubahan, mulai dari perubahan wujud yang bersifat sementara sampai perubahan membentuk zat lain yang bersifat tetap. Perubahan wujud dibagi menjadi dua, yaitu:

A. Perubahan Fisika
Peru
bahan fisika adalah suatu perubahan yang tidak mengasilkan zat baru dan bersifat timbal-balik, artinya dapat kembali ke keadaan semula.
kan oleh:
• Penerimaan pa
nas oleh zat
Contoh : pada saat terjadinya peristiwa penguapan, pencairan dan penyubliman.
• Pelepasan panas oleh zat
Contoh : pada saat terjadinya peristi
wa pembekuan dan pengembunan.
Contoh perubahan fisika, adalah :
1. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud zat cair disebut melebur atau meleleh., mencair

Misalnya,
-. mentega berbuah menjadi minyak ketika dimasukkan ke dalam penggorengan.
-. es krim yang berubah menjadi cair terkena suhu panas
-. permen atau coklat yang mencair terkena suhu panas
-.Gunung es yang mencair
-. Kutub Es yang mulai mencair
Perubahan wujud dari padat ke cair membutuhkan kalor (energi),

2. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud padat disebut membeku atau Pembekuan
Misalnya,
-. membuat es kebo dari air sirup dalam plastik
-. membuat agar-agar atau jelly
-. air menjadi es dalam lemari es.
Pada perubahan ini terjadi pelepasan kalor (energi)

3. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud gas disebut menguap atau penguapan
Contoh :
-. Air comberan menguap menjadi uap terkena sinar matahari
-. Spirtus atau spiritus menguap saat terkena udara
-. air menjadi uap air ketika dipanaskan.
Perubahan ini akan membutuhkan kalor (energi).

4. Perubahan dari wujud gas menjadi cair disebut mengembun atau Pengembunan
Contoh :
-. Hujan di malam minggu berasal dari uap awan yang menjadi air
-. Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat embun di pucuk daun
-. embun di pagi hari terbentuk karena perubahan uap air di udara menjadi air.
Perubahan ini tidak memerlukan kalor (melepas) kalor.

5. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas disebut menyublim/penyubliman atau Sublim
Contoh :
-. kapur barus yang menyublim menjadi gas berbau wangi
-. Biang es didalam kotak es tongtong untuk mendinginkan es
Perubahan ini membutuhkan kalor.

6. Perubahan dari wujud gas menjadi wujud padat disebut mengkristal/menghablur/ penghabluran/hablur
Contohnya,
-. pembuatan ammonium sulfat dan ammonium nitrat bahan pupuk
-. perubahan uap air menjadi salju.
Perubahan ini tidak memerlukan energi atau melepas kalor.

B. Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan suatu zat baru. Contoh dari perubahan kimia antara lain :

Contoh dari perubahan kimia antara lain :
a. bensin biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair menjadi asap knalpot.
b. proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan sebagainya menjadi makanan.
c. membuat masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang dapat dimakan.
d. bom meledak yang merubah benda padat menjadi pecahan dan ledakan.
Pada perubahan fisika dapat dikembalikan dari bentuk hasil output menjadi imput, namun pada perubahan kimia tidak dapat dikembalikan menjadi bentuk semula secara sempurna.
lihat gambar

Kamis, 19 November 2009

SOAL- SOAL LATIHAN

SOAL LATIHAN SEMESTER I
Kesuksesan tidak datang dengan mudah. Ingin sukses perlu :
Bekerja dan beraktifitas secara :
1. Sungguh - sungguh
2. Tekunan
3. Ulet
4. Istiqomah /terus menerus
5. latihan
Ingin latihan soal, di sini ada :


A. Organ Pernafasan, klik disini
B. Organ Pencernaan, klik disini
C. Makanan dan Kesehatan,klik disini
D. Organ Peredaran Darah, klik disini
E. Tumbuhan Hijau, klik disini
F. Adabtasi Makhluk Hidup, klik disini
G. Perubahan Wujud Benda, klik disini
H. Perubahan Benda, klik disini
I. Konduktor Isolator,klik disni

Minggu, 15 November 2009

Cara Kaktus Bertahan Hidup

Bentuknya unik beraneka ragam. Duri, menjadi ciri utamanya. Tumbuhan ini paling tahan dengan kondisi kering di gurun pasir. Ouw, ouw, siapa dia? Tentu saja kaktus.Kata ‘kaktus’ berasal dari bahasa Yunani “kaktos” yang berarti tanaman berduri. Durinya tajam-tajam. Hei, sebenarnya koq kaktus punya banyak duri sih? Dan, mengapa tanaman ini tidak memiliki daun?


Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Ada lebih dari 2000 jenis kaktus ada di belahan bumi. Mereka bisa tumbuh subur di lahan tandus dan kekurangan air. Ini lah hal unik dari kaktus.
Sebenarnya, kaktus memiliki daun. Namun, sehingga dapat daun tersebut berubah menjadi bentuk duri, mengurangi penguapan air lewat daun. Kamu pasti tau kan, semakin lebar permukaan daun suatu tanaman, maka semakin banyak jumlah air yang menguap setiap saat.
Analoginya seperti ini : Kalau kita lagi kepedasan, trus mau minum. Eh, ternyata air minumnya masih sangat panas. Ambil saja mangkuk/ piring, lalu tuangkan air minum yang panas tersebut. Tunggu selama beberapa menit, air pun langsung menurun suhunya, karena laju pendinginan jadi lebih cepat karena area pendinginan lebih luas. Udara luar lebih banyak bersentuhan dengan air dalam piring daripada air dalam gelas karena bidang tekan lebih besar. Nah, kaktus juga menggunakan prinsip seperti itu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Kemudian, batang kaktus juga dilapisis jaringan lilin yang dapat mengurangi penguapan. Jaringan ini mampu menyimpan air dan tahan terhadap kekeringan sekalipun. Namun, yang namanya mahluk hidup tentu saja butuh air. Kaktus tetap membutuhkan air untuk bertahan hidup. Makanya, di gurun-gurun, kaktus memiliki akar yang sangat panjang bermeter-meter ke dalam pusat bumi untuk mencari sumber air.

Lalu, muncul pertanyaan : mengapa kaktus yang kita tanam di pot kecil tidak berakar panjang? Jelas saja karena kita sudah memberikan kebutuhan air tersebut dengan menyiraminya secara teratur. Tetapi perlu diingat, bahwa air yang kita siramkan kepada kaktus ber-pH normal, tidak mengandung garam atau asam, karena hal ini dapat menyebabkan kebusukan.
Nah, sekarang sudah pada tau kan, mengapa kaktus bisa bertahan pada kondisi kekeringan? Tanaman dan hewan memang memiliki banyak cara dalam beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi ini diperlukan untuk apa? Tentu saja untuk tetap bertahan hidup. Manusia juga demikian, bukan? Lain kali kita akan membahas cara adaptasi mahluk hidup yang lain, yang ada di sekitar kita. Sehingga, kita bisa semakin cinta kepada lingkungan.

Unta, Hewan Dengan Adaptasi yang Mengagumkan

Unta atau Onta adalah dua spesies hewan berkuku genap dari genus Camelus (satu berpunuk tunggal – Camelus dromedarius, satu lagi berpunuk ganda – Camelus bactrianus) yang hidup ditemukan di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Rata-rata umur harapan hidup unta adalah antara 30 sampai 50 tahun.
Domestikasi unta oleh manusia telah dimulai sejak kurang lebih 5.000 tahun yang lalu. Pemanfaatan unta antara lain untuk diambil susu (yang memiliki nilai nutrisi lebih tinggi dari pada susu sapi) serta dagingnya, dan juga digunakan sebagai hewan pekerja. Seperti yang diketahui, unta hidup di padang pasir yang memiliki range temperatur udara yang mampu membunuh mayoritas makhluk hidup. Selain itu,
mereka mampu untuk tidak makan dan minum selama beberapa hari.

Ada banyak hal yang membuat mereka mampu beradaptasi. Salah satunya adalah punuknya. Banyak orang mengira punuknya
menyimpan air, tapi sebenarnya tidak. Punuk unta menyimpan lemak khusus, yang pada suatu saat bisa diubah menjadi air dengan bantuan oksigen hasil respirasi. Satu gram lemak yang ada pada punuk unta bisa diubah menjadi satu gram air.Kemampuan adaptasi lainnya yang luar biasa adalah, sistem respirasinya meninggalkan sedikit sekali jejak uap air. uap air yang keluar dari paru-paru diserap kembali oleh tubuhnya melalui sel khusus yang terdapat di hidung bagian dalam, membentuk kristal dan suatu saat dapat diambil.



Tubuh unta dapat bertahan hingga pada suhu 41 derajat celcius. Lebih dari itu, unta mulai berkeringat. Penguapan dari keringat yang terjadi hanya pada kulitnya, bukan pada rambutnya. Dengan cara pendinginan yang efisien itu, unta mampu menghemat air cukup banyak. Unta mampu bertahan dengan kehilangan massa sekitar 20%-25% selama berkeringat. Mayoritas makhluk hidup hanya mampu bertahan hingga kehilangan massa sekitar 3%-4% sebelum terjadi gagal jantung akibat mengentalnya darah. Meski unta kehilangan banyak cairan tubuh, darahnya tetap terhidrasi, hingga batas 25% tercapai.

Ada banyak hal mengapa darah unta tidak mengental pada kondisi di mana darah mayoritas makhluk hidup sudah mengental. Sel darah merah unta berbentuk oval, bukan bulat seperti makhluk hidup lainnya. Unta juga memiliki sistem imunitas yang cukup unik. Semua mamalia memiliki antibodi berbentuk Y dengan dua rantai panjang sepanjang Y itu dengan dua rantai pendek di setiap ujung dari Y tersebut, tapi unta hanya memiliki dua rantai panjang yang menjadikannya berbentuk lebih kecil sehingga mengurangi kemungkinan darah akan mengental.
Ginjal dan usus mereka sangat efisien dalam menyaring air. Bentuk urin mereka sangat kental dan kotoran mereka sangat kering sehingga bisa langsung dibakar ketika dikeluarkan.

Kamis, 12 November 2009

BUNGLON ..........

Warna-warni bunglon
Teman-teman sudah tahu binatang yang bernama bunglon ? Itu lho binatang yang bisa berubah warna kulitnya sesuai dengan tempatnya… Bagaimana cara ia merubah warnanya dan ada berapa jenis bunglon itu? Kalau mau tau jawabannya, simak terus artikel ini…
Bunglon atau londok (bahasa Sunda) adalah sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae. Kadal lain yang masih sesuku adalah cecak terbang (Draco spp.) dan soa-soa (Hydrosaurus spp.).

Jenis-jenis Bunglon
Bunglon meliputi beberapa marga, seperti Bronchocela, Calotes, Gonocephalus, Pseudocalotes dan lain-lain. Bunglon bisa mengubah-ubah warna kulitnya, meskipun tidak sehebat perubahan warna chamaeleon (suku Chamaeleonidae). Biasanya berubah dari warna-warna cerah (hijau, kuning, atau abu-abu terang) menjadi warna yang lebih gelap, kecoklatan atau kehitaman.
Bunglon Surai
Bunglon surai memiliki nama ilmiah Bronchocela jubata Duméril & Bibron, 1837. Dalam bahasa lain, dikenal dengan nama bunglon (Jkt., Jw.), londok atau lunduk (Sd.), atau green crested lizards (Ingg.). Nama lainnya dalam bahasa Inggris cukup menyesatkan: bloodsuckers, karena senyatanya kadal ini tak pernah mengisap darah. Bunglon ini menyebar di pulau-pulau Jawa, Borneo, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang dan Kep. Salibabu, dan Filipina.


Deskripsi tubuh
Bunglon kebun yang berukuran sedang, berekor panjang menjuntai. Panjang total hingga 550 mm, dan empat-perlimanya adalah ekor. Gerigi di tengkuk dan punggungnya lebih menyerupai surai (jubata artinya bersurai) daripada bentuk mahkota, tidak seperti kerabat dekatnya B. cristatella (crista: jambul, mahkota). Gerigi ini terdiri dari banyak sisik yang pipih panjang meruncing namun lunak serupa kulit. Kepalanya bersegi-segi dan bersudut. Dagu dengan kantung lebar, bertulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.
Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau muda sampai hijau tua, yang bisa berubah menjadi coklat sampai kehitaman bila merasa terganggu. Sebuah bercak coklat kemerahan serupa karat terdapat di belakang mulut di bawah timpanum. Deretan bercak serupa itu, yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan, terdapat di bahu dan di sisi lateral bagian depan; semakin ke belakang semakin kabur warnanya.
Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. Sisik-sisik bunglon surai keras, kasar, berlunas kuat; ekornya terasa bersegi-segi. Perkecualiannya adalah sisik-sisik jambul, yang tidak berlunas dan agak lunak serupa kulit.

Kebiasaan
bunglon
Bunglon yang kerap ditemukan di semak, perdu dan pohon-pohon peneduh di kebun dan pekarangan. Sering pula didapati terjatuh dari pohon atau perdu ketika mengejar mangsanya, namun dengan segera berlari menuju pohon terdekat. Reptil ini memangsa berbagai macam serangga yang dijumpainya: kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin. Sering juga bunglon surai terlihat meniti kabel listrik dekat rumah, untuk menyeberang dari satu tempat ke tempat lain.
Bunglon surai bertelur di tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Seperti umumnya anggota suku Agamidae, induk bunglon menggali tanah dengan mempergunakan moncongnya. Kulit telurnya berwarna putih, lentur agak liat serupa perkamen.

Sihir Sang Bunglon
Iguana kecil ini tergolong hewan paling eksentrik. Bagaimana bunglon merubah kulitnya? Chromatophores adalah sebab-musababnya. Ini adalah sel sangat spesial. Ia ada di bawah kulit bunglon, dan amat sensitif terhadap perubahan cahaya, suhu, bahkan mood sang bunglon. Chromatophores tersimpan dalam dua lapisan. Keduanya memuat pigmen-pigmen. Lapisan paling atas memuat pigmen merah dan kuning. Lapisan bawah, mengandung pigmen biru dan putih. Kala rangsangan muncul, otak bunglon mengirim pesan kepada chromatophores.
Pesan ini diterjemahkan sebagai perintah agar sel-sel chromatophores membesar atau menyusut. Akibatnya, pigmen-pigmen ini saling bercampur. Maka, sekujur tubuh bunglon pun bersinar aneka warna. Tergantung warna dominan di dekatnya. Warna-warna di sekeliling bunglon memancarkan cahaya. Cahaya ini ditangkap sel chromatophores yang amat sensitif dan memicu pergolakan pigmen-pigmen.
Perubahan warna kulit juga tergantung suasana hati bunglon. Saat murka, sekujur tubuh bunglon dapat tiba-tiba berubah menjadi merah atau oranye. Kondisi marah membuat semburan pigmen kuning memblokade lapisan di bawahnya. Proses ini terjadi dalam hitungan satu atau dua menit. Begitulah cara bunglon berubah warna kulit Tetapi yang perlu diketahui, bunglon tidaklah bisa berubah kulit ke semua warna, melainkan hanya ke warna-warna tertentu saja. Selain itu, bunglon juga tidak mengubah warna kulitnya sebagai respon terhadap musuh atau upaya kamuflase. Perubahan kulitnya terjadi sebagai respon atas suhu, cahaya dan juga mood atau emosinyanya.
Pada bunglon yang tenang, bisa saja warna yang nampak adalah warna hijau karena sel kuningnya tidak terlalu melebar sehingga masih bisa memantulkan sel biru dari bawahnya. Sementara pada bunglon yang marah bisa saja warna yang nampak adalah kuning, karena selnya melebar semua sehingga tidak menampakkan refleksi warna biru.

Keistimewaan Bunglon
Keistimewaan lain yang membedakannya dengan saudara sejenisnya yaitu kadal adalah bahwa bunglon merupakan satu-satunya mahluk yang memiliki kaki penjepit. Cengkraman kaki mereka sangat cocok untuk mendaki pohon yang menjadi tempat tinggalnya, meski mereka memiliki pergerakan tubuh yang sangat lamban. Dari semua itu, bunglon memiliki kekhasan luar biasa yaitu lidah yang sangat panjang. Panjang lidahnya ini bisa dua kali panjang tubuhnya dan dilengkapi cairan kimia yang sangat lengket. Cairan ini sangat berguna untuk menyambar mangsanya, yang sebagian besar adalah serangga.
Dalam buku teks zoologi dijelaskan bahwa lidah balistik bunglon memiliki kekuatan akibat keberadaan otot akselerator (pemercepat). Otot ini memanjang bersamaan dengan ia menekan tulang lidah yang memiliki tulang rawan yang kaku di pusat lidah yang membungkusnya. Untuk mengetahui kinerja lidah bunglon saat menangkap mangsa, dua peneliti asal Belanda, Jurriaan de Groot dari Universitas Leiden dan Johan van Leeuwen dari Universitas Wageningen melakukan percobaan menggunakan kamera sinar X berkecepatan tinggi.
Dengan kecepatan 500 frame per detik, mereka menemukan kenyataan bahwa lidah bunglon mengalami percepatan hingga 50 g (g= konstanta gravitasi). Angka ini lima kali lebih cepat daripada kecepatan yang bisa ditempuh jet tempur. Para peneliti kemudian membedah jaringan lidah bunglon ini dan menemukan bahwa otot akselerator ini tidak cukup kuat untuk memproduksi kekuatan dengan kemampuannya sendiri. Dengan menguji lebih dalam, mereka menemukan keberadaan 10 lapisan licin antara otot akselerator dan tulang lidah.
Lapisan ini terikat pada tulang lidah yang terletak di bagian ujung dekat mulut, dan mengandung serat-serat protein. Serat ini memiliki bentuk padat dan rapat namun bisa berubah bentuk ketika otot akselerator berkontraksi dan mengumpulkan energi seperti pita karet yang ditekan. Ketika lapisan yang berkontraksi dan memanjang ini mencapai ujung tulang lidah, secara simultan mereka terlepas dan bergerak dengan kekuatan dan dorongan lidah. Secepat serat-serat ini meluncur dari tulang lidah, lapisan-lapisan ini memisahkan diri seperti tabung-tabung teleskop, sehingga lidahnya mencapai jangkauan terjauhnya. Van Leeuwen menyebutnya sebagai "ketapel teleskopis".
Ketapel ini memiliki ciri lain yang sangat menyolok. Ujung lidah bunglon mengambil bentuk kosong pada saat menghantam mangsa. Sehingga ketika terlontar, lidahnya dapat menjulur enam kali lebih panjang dari saat ia berdiam di dalam mulut atau mencapai dua kali panjang tubuhnya sendiri. Begitulah sistem kinerja lidah bunglon yang membuatnya bisa menangkap mangsa yang berada sangat jauh dari tempatnya. Setelah lidahnya memanjang, upaya menangkap mangsa ditambah lagi dengan keberadaan cairan lengket yang menutupi permukaan lidahnya sehingga mangsanya menempel


GAJAH .............

Habitat Gajah
Gajah merupakan binatang paling besar yang hidup di darat. Gajah termasuk mamalia, demikian pula manusia, kucing atau sapi. Ciri khas dari mamalia adalah cara berkembang biaknya dengan melahirkan. Berbeda dengan burung, reptil dan ikan yang berkembang biak dengan cara bertelur dan kemudian menetas. Jenis ikan tertentu seperti hiu, juga bertelur tetapi telur tersebut tetap berada dalam perut induknya dan berkembang didalam perut induknya. Karena itu saat lahir bayi ikan hiu sudah dalam bentuk ikan yang utuh.

Jenis Gajah
Jenis gajah di bumi ini hanya gajah Afrika dan gajah Asia. Gajah Afrika hidup di padang rumput, hutan, daerah alur sungai dan juga di rimba tertentu. Sedangkan gajah Asia tinggal di hutan lebat, hutan tropis dan daerah yang bertumbuhan lebat, misalnya di India dan Pulau Sumatra. Gajah Afrika lebih besar jika dibandingkan dengan gajah Asia. Panjang gajah Afrika termasuk gadingnya mencapai 8 meter dengan tinggi 4 meter, beratnya sekitar 6.000 kg. Perbedaan yang paling menonjol yaitu dari telinganya. Telinga gajah Afrika lebih besar dari gajah Asia. Jenis gajah Afrika memiliki dahi yang melingkar dan punggung yang datar, gajah Asia dahinya lebih menonjol dan punggungnya tajam.

Perkembangbiakan dan pertumbuhan Gajah
Seperti semua mamalia, gajah melahirkan bayinya melalui alat reproduksi seksual.
Janin tumbuh dan berkembang di dalam perut induknya. Janin menerima makanan dan oksigen melalui organ induknya yang disebut plasenta. Induk gajah mengandung anaknya selama kurang lebih 22 bulan. Pada saat lahir, bayi gajah sudah berbulu dan mempunyai beberapa gigi seri, tetapi masih sulit berdiri. Bayi gajah ketika lahir beratnya mencapai 120 kg dengan tinggi 90 cm. Pada akhir tahun pertama, bayi gajah berganti rambut dan kulitnya menjadi keras serta telah belajar membedakan tanaman yang dapat dimakan dan cara mengambil rumput. Sebelum berumur 2 tahun ia sudah mempunyai gading yang digunakan untuk mengupas kulit kayu dan menggali akar dari dalam tanah.

Telinga, belalai dan suara Gajah
Panjang telinga gajah mencapai 1,5 meter dengan lebar 50 cm. Telinganya yang besar digunakan untuk mengipas dirinya sendiri jika kepanasan dan untuk menakuti musuhnya. Belalainya yang panjang digunakan untuk mengambil makanan, menyedot air kemudian memasukkan ke dalam mulutnya. Selain itu juga berfungsi untuk mengangkat sesuatu. Suara gajah dihasilkan dari belalainya. Suara ini dipancarkan dalam gelombang suara yang disebut "infrasonik", dipergunakan untuk memanggil kelompok ataupun gajah betina sampai beberapa kilometer jauhnya. Suara yang dikeluarkan gajah biasanya untuk menyatukan kembali anggota kelompok yang terpisah.


Rabu, 04 November 2009

ULANGAN TENGAH SEMESTER ( UTS )

Soal - soal UTS
Mata pelajaran IPA dan KPDL
Kelas V

UTS IPA semester I 2008/2009, download disini
UTS IPA semester II 2008/2009, downloaddisini
UTS KPDL semester I 2009/2010, download di sini

F0T0SINTESIS

Tumbuhan dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuan membuat makanannya :
1. Tumbuhan hijau
2. Tumbuhan Saprofit
3. Tumbuhan parasit
4. Tumbuhan Epifit

Tumbuhan hijau tumbuhan yang mengandu
ng zat hijau daun ( klorophil ), sedangkan yang menumpang pada tumbuhan laindan mertugikan tumbuhan inangnyadisebut parasit. Tumbuhan yang mengambil makanan dari sisa - sisa tumbuhan lainnya di sebut saprofit. Ephifit merupakan tanaman yang menumpang pada tumbuhan lain tetapi tidakmerugikan pohon inang yang ditumpanginya.
ALIRAN AIR
PADA PROSES FOTOSINTESIS
PENAMPANG DAUN MELINTANG