This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 28 November 2010

CIRI - CIRI MAKHLUK HIDUP

Ciri-Ciri Makhluk HidupTentunya ada hewan, tumbuhan, mobil, rumah, motor, dan banyak lagi. Dapatkah kamu membedakan makhluk hidup dan benda tidak hidup?
Setelah kamu mengetahui ciri-ciri makhluk hidup, sekarang cobalah kamu lakukan kegiatan berikut ini.1. Makhluk Hidup Bergerak
Amatilah gambar berikut ini!Bagaimanakah hewan tersebut bergerak?
Burung bergerak dengan cara terbang. Jika berada di darat, burung
bergerak dengan cara berjalan.

Ayo lakukan kegiatan berikut ini.
Mengamati Cara Bergerak Manusia dan Hewan
Tujuan: Kamu dapat membedakan cara gerak manusia dan hewan.
Langkah Kerja
Berikut ini terdapat gambar gerak manusia dan hewan.
Tugasmu, mengidentifikasi cara bergerak manusia dan hewan tersebut. Kemudian, tulis di buku
latihanmu seperti tabel berikut ini.
Jawablah pertanyaan berikut ini.
1. Dari hasil pengamatanmu, bagaimana cara bergerak manusia dan hewan tersebut?
2. Di antara kelima makhluk hidup tersebut, adakah yang cara bergeraknya sama? Sebutkan.
Apakah tumbuhan bergerak? Adakah tumbuhan putri malu di lingkungan sekitarmu? Tumbuhan putri malu akan menguncup jika disentuh daunnya. Menguncupnya daun putri malu merupakan contoh gerak tumbuhan, seperti: mekar dan kuncupnya bunga. Dapatkah kalian sebutkan contoh lain dari
gerak tumbuhan? Diskusikan dengan temanmu.

2. Makhluk Hidup Memerlukan Makanan dan Air
Manusia, hewan, dan tumbuhan memerlukan makanan. Makanan
berguna sebagai sumber energi. Energi digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan.
Makhluk hidup memiliki jenis makanan yang berbeda-beda.
Setiap makhluk hidup memiliki cara yang berbeda untuk memenuhi makanannya sehari-hari. Makhluk hidup ada yang suka memakan tumbuhan dan ada yang suka memakan daging. Ada juga mahkluk hidup yang suka memakan daging dan tumbuhan.
Hewan pemakan tumbuhan yang disebut hewan herbivora. Contoh hewan herbivor adalah sapi, kelinci, dan kuda.
Harimau sedang memakan daging. Harimau termasuk hewan pemakan daging, yang disebut hewan karnivora. Dapatkah kamu menyebutkan contoh hewan karnivor lainnya? Diskusikan bersama temanmu. Selain itu, ada juga hewan pemakan tumbuhan dan daging yang disebut hewan omnivora. Contoh hewan omnivor adalah beruang dan ayam.

Selain membutuhkan makanan, makhluk hidup juga membutuhkan minum. Tanpa makan dan minum, makhluk hidup akan mati. Bagaimana dengan tumbuhan? Tumbuhan juga memerlukan makanan. Zat makanan yang diperlukan tumbuhan terdapat di dalam tanah. Zat makanan diserap melalui akar. Selain itu, tumbuhan mampu menghasilkan makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Amatilah Gambar
Fotosintesis terjadi di dalam daun yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Daun yang mengandung klorofil ini dapat mengubah karbon dioksida (CO2) dan air menjadi zat tepung (zat pati) dan oksigen (O2). Proses fotosintesis itu dapat terjadi dengan bantuan cahaya matahari. Karena itu, tumbuhan harus selalu disiram dengan air dan ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari.

3. Makhluk Hidup selalu Bernapas
Ciri makhluk hidup lainnya adalah bernapas.Bernapas adalah menghirup udara dan mengembuskannya kembali ke lingkungan. Setiap saat kita bernapas menggunakan paru-paru. Kita menghirup udara berupa oksigen (O2) yang masuk melalui hidung, diteruskan ke paru-paru. Kemudian, dikeluarkan kembali dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Alat pernapasan setiap makhluk hidup berbedabeda. Hewan, seperti kuda, sapi, kerbau, kucing, dan gajah, bernapas dengan paru-paru. Hewan yang hidup di air, seperti ikan, bernapas dengan insang. Tumbuhan juga membutuhkan udara. Udara masuk ke dalam tumbuhan melalui bagian-bagian tertentu yang ada pada daun, batang, atau akar.

Ayo, Cari Tahu 1.3

Membuktikan bahwa Tumbuhan Bernapas
Tujuan

Kamu dapat membuktikan bahwa tumbuhan bernapas.
Kegiatan ini dilakukan di sekolah.

Alat dan Bahan
1. Gelas plastik bekas air mineral
2. Kantong plastik bening
3. Tanaman rumput

Langkah Kerja
1. Siapkan gelas plastik bekas air mineral.
2. Masukkan tanah ke dalam gelas plastik.
3. Tanamlah rumput ke dalam gelas plastik.
4. Kemudian, tutuplah gelas plastik dengan
plastik bening. Biarkan 1-2 hari.

Jawablah pertanyaan berikut ini.
1. Apa yang terjadi dengan tanaman rumput tersebut setelah dibiarkan 1-2
hari?
2. Apa yang kamu lihat pada plastik?
3. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan ini?

4. Makhluk Hidup Mengalami Pertumbuhan
Kucing merupakan hewan yang banyak dipelihara orang. Tentunya kamu tahu bahwa kucing mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran tubuh menjadi besar, baik berat maupun tingginya.


5. Makhluk Hidup Berkembang Biak
Ciri makhluk hidup lainnya adalah berkembang biak. Artinya, makhluk hidup dapat menghasilkan keturunan. Tujuan makhluk hidup berkembang biak adalah memperbanyak keturunan agar jenisnya tidak habis atau punah. Manusia berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Kucing juga berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Setelah melahirkan, kucing menyusui anaknya. Ayam berkembang biak dengan cara bertelur. Induk ayam yang sedang bertelur akan mengerami telurnya selama 21 hari. Telur yang dierami akan menetas menjadi anak ayam. Perhatikan Gambar 1.11a.
Gambar 1.11b.

Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan anak disebut beranak. Hewan yang berkembang biak dengan cara menghasilkan telur disebut bertelur.
Tumbuhan pun dapat berkembang biak. Padi, jagung, mangga, semangka, dan durian berkembang biak dengan biji. Biji ditanam, setelah beberapa hari akan tumbuh tunas akar, batang, dan daun. Setelah beberapa lama, biji akan tumbuh menjadi individu baru.
Apakah terdapat contoh lain selain tumbuhan yang disebutkan di atas? Tumbuhan juga dapat berkembang biak tanpa menggunakan biji. Cara berkembang biak seperti itu menggunakan bagian tubuh induknya, seperti bagian akar, batang, atau daun. Contohnya pohon pisang yang berkembang biak dengan tunas. Singkong yang berkembang biak dengan batangnya (Gambar 1.12a), dan wortel yang berkembang biak dengan akarnya (Gambar 1.12b).


Ayo, Kerjakan 1.1
Amatilah hewan dan tumbuhan di sekitarmu.
Bagaimanakah cara hewan dan tumbuhan tersebut berkembang biak?
Untuk mengetahuinya, kamu dapat mengamatinya langsung atau
mencari tahu melalui buku di perpustakaan sekolahmu.
Buatlah data cara perkembangbiakan hewan dan tumbuhan tersebut
dalam bentuk tabel seperti di bawah ini pada buku latihanmu.


Ayo, Berlatih 1.1
Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah perbedaan antara makhluk hidup dan benda tidak hidup?
2. Sebutkan cara-cara hewan berkembang biak dan berikan contohnya.

B. Kebutuhan Makhluk Hidup
Makhluk hidup memerlukan berbagai macam kebutuhan agar dapat bertahan hidup. Kebutuhan makhluk hidup tersebut, antara lain, makanan, air, udara, cahaya matahari, dan tempat tinggal.
1. Makanan
Makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah sumber energi bagi makhluk hidup. Tanpa makanan, makhluk hidup akan mati. Melalui makanan, makhluk hidup menghasilkan energi panas sehingga tubuhnya menjadi hangat.
2. Air
Selain makanan, makhluk hidup juga membutuhkan air. Air berfungsi agar tubuh tidak mengalami kekeringan (dehidrasi). Jika kamu haus, kamu akan mengambil minum, bukan? Begitu juga dengan hewan dan tumbuhan yang sama-sama membutuhkan air.
3. Udara
Makhluk hidup membutuhkan udara untuk bernapas. Tanpa udara, makhluk hidup akan mati. Udara yang dibutuhkan makhluk hidup adalah udara yang bersih. Cobalah kamu tutup hidungmu selama sepuluh detik. Apa yang kamu rasakan?
4. Cahaya Matahari
Makhluk hidup membutuhkan cahaya matahari. Cahaya matahari dibutuhkan hewan dan manusia untuk menghangatkan tubuhnya, menerangi lingkungan, dan untuk mengeringkan berbagai benda. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis.
5. Tempat Tinggal
Makhluk hidup membutuhkan tempat tinggal. Manusia membutuhkan rumah sebagai tempat perlindungannya. Hewan dan tumbuhan pun membutuhkan tempat untuk berlindung. Tempat tinggal hewan biasa disebut kandang atau sarang. Tumbuhan menggunakan tanah dan air sebagai tempat tinggalnya.

Ayo, Kerjakan 1.2
Coba kamu tulis di buku catatanmu tentang kebutuhanmu sehari-hari agar
kamu dapat melangsungkan hidup dengan baik.
Ayo, Berlatih 1.2
Kerjakanlah soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah terdapat persamaan antara kebutuhan manusia, hewan,
dan tumbuhan?
2. Sebutkan kebutuhan tumbuhan yang kamu ketahui.
Ayo, Pahami
• Manusia, hewan, dan tumbuhan termasuk makhluk hidup.
• Makhluk hidup memiliki ciri-ciri, yaitu dapat bergerak, membutuhkan
makanan, bernapas, tumbuh, dan berkembang biak.
• Agar dapat bertahan hidup, makhluk hidup membutuhkan makanan,
air, udara, cahaya matahari, dan tempat tinggal.
Ayo, Pelajari Kembali
Apakah kamu sudah memahami materi tentang Ciri-Ciri dan Kebutuhan
Makhluk Hidup? Setelah mempelajarinya, apakah kamu menemukan
kesulitan? Jika ada, diskusikan bersama teman dan gurumu.



Kamis, 25 November 2010

AIR KELAPA YANG MENYEHATKAN

Air Kelapa Muda untuk Melawan Penyakit
Selain rasanya yang menyegarkan, air kelapa muda punya segudang manfaat bagi kesehatan. Beberapa orang menggunakannya untuk mengatasi mual muntah, bahkan sering digunakan untuk menggantikan plasma dalam transfusi darah pada masa Perang Dunia II.

Kandungan mineral dan elektrolit dalam air kelapa muda sangat beragam mulai dari kalsium, kalium hingga magnesium. Ketika kelapa mulai tua, mineral itu banyak terserap untuk mengeraskan daging kelapa yang berwarna putih sehingga khasiatnya berkurang.

Dikutip dari Healthmad, berikut ini adalah 7 manfaat air kelapa muda untuk kesehatan.

1. Menjaga keseimbangan elektrolit
Air kelapa muda merupakan cairan isotonik, sehingga bisa mengantikan mineral dan elektrolit yang hilang bersama dengan cairan tubuh. Bahkan organisasi pangan dunia atau FAO (Food and Agriculture Organization) pernah meneliti dan berusaha mematenkan air kelapa muda sebagai minuman isotonik.

2. Mengatasi gangguan kencing
Berbagai gangguan saluran kencing bisa diatasi dengan air kelapa muda, termasuk polyuria (sering kencing), stranguria (susah kencing) dan lain-lain. Efeknya pada masing-masing individu bisa bervariasi tergantung penyebab dan tingkat keparahannya.

3. Memecah batu ginjal
Selain mengonsumsi obat-obatan dari dokter, pasien batu ginjal sering mengkombinasikannya dengan minum air kelapa muda. Efeknya plak atau kerak yang terbentuk di ginjal lebih mudah melunak dn dikeluarkan bersama air kencing.

4. Membunuh cacing di usus
Ada mitos yang mengatakan jika terlalu bayak makan kelapa bisa menyebabkan infeksi cacing kremi, namun tidak pernah bisa dibuktikan secara ilmiah. Justru minum air kelapa muda dicampur 1 sendok teh minyak zaitun sebanyak 3 kali sehari bisa membasmi cacing kremi dari usus.

5. Pengganti plasma darah
Komposisi kimiawi air kelapa muda hampir identik dengan plasma darah sehingga mudah untuk ditransfusikan. Dalam kondisi darurat terutama di masa perang dunia II, air kelapa muda sering ditransfusikan pada prajurit yang sekarat ketika bantuan plasma darah belum datang.

6. Anti kuman
Belum banyak penelitian yang membuktikan hal ini, namun beberapa ahli percaya air kelapa muda ampuh menyingkirkan virus dan berbagai mikroorganisme patogen (penyebab penyakit). Kandungan monolaurin di dalamnya diyakini ampuh membasmi virus flu, herpes dan bahkan HIV.

7. Mengatasi mual muntah
Mabuk kendaraan serta berbagai penyakit seperti malaria, typhoid serta demam berdarah bisa memicu gejala mual muntah. Untuk mengatasinya, minum air kelapa muda bisa membantu menetralisir kondisi lambung sehingga mengurangi gejala tersebut

Senin, 22 November 2010

RAGAM POTENSI SUKU-SUKU DI INDONESIA

Mengenal Suku Suku Bangsa di Indonesia
Suku Suku Bangsa di Indonesia
Karena begitu banyaknya jumlah suku suku bangsa di Indonesia, tidak mungkin bisa menyebutnya satu persatu. Namun suku suku tersebut bisa dibagi dalam kelompok besar, yang diantaranya adalah :
1. Suku Papua
Orang yang tinggal dan mendiami pulau Papua disebut suku Papua. Mereka terbagi lagi dalam banyak suku. Yang cukup terkenal adalah suku Asmat. Suku ini sebagian ada yang tinggal di daerah pinggiran pantai atau pesisir, sebagian lagi menetap di daerah pedalaman. Yang membuat suku ini terbilang istimewa adalah kepintarannya membuat ukiran yang bernilai seni sangat tinggi.

2. Suku Bali
Sesuai dengan namanya, suku Bali tinggal di Pulau Bali. Kebanyakan dari mereka adalah pemeluk agama Hindu. Jumlah populasinya juga cukup banyak, yaitu sekitar lima juta jiwa.
Sehari-hari mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Bali. Namun untuk berhubungan dengan pihak luar mereka tetap menggunakan Bahasa Indonesia.
3. Suku Batak
Suku Batak juga terbagi dalam beberapa sub suku, antara lain Batak Tapanuli, Karo, Toba, Simangulun dan masih banyak lagi. Sebagian besar adalah pemeluk agama Kristen. Lainnya adalah pemeluk agama Islam, kepercayaan dan faham animisme yang sering mendapat sebutan Parbegu atau Palebegu.
4. Suku Banjar
Adalah suku yang sebagian besar orangnya tinggal di pulau terbesar, Kalimantan. Kadangkala suku Banjar juga mendapat julukan Melayu Banjar. Namun akhir-akhir ini julukan tersebut mulai jarang digunakan.
5. Suku Betawi
Sebenarnya suku ini berasal dari hasil perkawinan antar suku beberapa abad yang lalu. Mereka tinggal di Jakarta. Suku ini terkenal karena selain tinggal di daerah Ibu Kota juga dengan penggunaan bahasa yang menyebut “lu” sebagai kamu dan “gue” sebagai aku.
6. Suku Jawa
Adalah suku yang populasi penduduknya paling besar di Indonesia. Mereka tinggal di pulau Jawa bagian tengah dan Timur serta Jogjakarta. Di dalam suku ini juga terdapat kelompok suku lain yang jumlahnya juga cukup banyak. Misalnya suku Osing di daerah Banyuwangi, kemudian suku Tengger di Jawa Timur dan sebagainya.
7. Suku Makasar
Suku ini terkenal karena punya jiwa petualangan yang tinggi. Pada jaman dulu mereka suka melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan kapal. Jadi mereka juga dikenal sebagai pelaut yang ulung. Maka tidak mengherankan bila saat ini banyak orang yang dari suku Makasar menyebar di seluruh Indonesia.
8. Suku Dayak
Seperti halnya suku Banjar, suku Dayak juga banyak yang tinggal di Kalimantan. Mereka terbagi-bagi dalam banyak suku suku lain yang lebih kecil. Bahasa dan kebudayaannya pun berbeda meski tidak terlalu banyak.
9. Suku Melayu
Komunitas suku ini juga terbilang cukup besar. Mereka tinggal di pulau Sumatera serta sebagian Kalimantan di daerah pesisir sebelah Barat serta Utara. Terkenal dengan budaya pantunnya yang indah dan memikat.
10. Suku Sunda
Suku ini mendiami pulau Jawa bagian Barat. Mereka juga terbagi-bagi dalam suku yang lebih kecil. Ada Cirebon atau Banten dan lain-lain. Khusus untuk Banten, suku ini terkenal dengan salah satu bentuk seni yang dimiliki, yaitu Debus.

Bangsa Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budaya dan keseniannya. Ini tidak mengherankan, karena suku suku bangsa di Indonesia itu jumlahnya banyak sekali.
Ada sekitar 360 lebih suku yang menyebar dari pulau Sabang di ujung Sumatera hingga Merauke di Papua. Mereka tinggal di seluruh kepulauan nusantara dengan ciri budaya, bahasa, seni dan adat istiadat yang berbeda-beda.
Ciri khas yang berbeda-beda ini tidak membuat bangsa Indonesia menjadi tercerai berai, namun justru menjadi kuat. Meski dalam banyak hal ada perbedaan, namun tetap hidup dalam satu kesatuan bangsa Indonesia yang menganut paham Bhineka Tunggal Ika. Artinya adalah meski ada perbedaan namun pada dasarnya tetap satu juga.
Suku Bangsa yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali
Suku di Bali terdiri :
Suku Bali Majapahit di sebagian besar Pulau Bali
Suku Bali Aga di Karangasem dan Kintamani
Suku di Jawa Timur
Suku Bawean di Jawa Timur: Gresik
Suku Madura di Jawa Timur
Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur
Suku Tengger di Jawa Timur Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo lereng G. Bromo
Suku Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta
Suku Tengger di Jawa Timur
Suku Osing di Jawa Timur: Banyuwangi
Suku Samin di Jawa Tengah: Purwodadi
Suku di Banten
Suku Baduy di Banten
Suku Banten di Banten
Suku Cirebon di Jawa Barat
Suku Cirebon di Jawa Barat: Kota Cirebon
Suku Sunda di Jawa Barat

Daftar Senjata Tradisional yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali
Berikut ini nama – nama senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mungkin tulisan ini dapat sedikit membantu meskipun mungkin ada dari beberapa propinsi yang kurang lengkap dan sebagainya.
Nama Senjata Tradisional Khas Daerah Adat Budaya Nasional - Kebudayaan Nusantara Indonesia
• Provinsi DKI Jakarta, Senjata Tradisional : Badik, Parang, Golok
• Provinsi Jawa Barat / Jabar, Senjata Tradisional : Kujang
• Provinsi Jawa Tengah / Jateng, Senjata Tradisional : Keris
• Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / Jogjakarta, Senjata Tradisional : Keris Jogja
• Provinsi Jawa Timur / Jatim, Senjata Tradisional : Clurit
• Provinsi Bali, Senjata Tradisional : Keris
Bahasa Daerah di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Wilayah atau Propinsi
• Wilayah Bali Menggunakan Bahasa Bali, Bahasa Sasak
• Wilayah Jawa Menggunakan Bahasa Jawa, Bahasa Madura
• Wilayah Jawa Menggunakan Bahasa Sunda

Daftar lagu daerah / Tradisional yang terdapat di Pulau Jawa dan BaliD
Berikut ini merupakan nama nama lagu daerah / lagu tradisional di Indonesia, lagu daerah merupakan salah satu kekayaan kebudayaan kita bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai macam kultur yang patut kita jaga kelestariannya, apalagi sampai di jiplak lagi oleh negara tetangga…… !
JAWA BARAT
1. Bubuy Bulan
. Cing Cangkeling
3. Es Lilin
4. Jali-Jali
5. Panon Hideung
6. Pileuleuyan
7. Sapu Nyere Pegat Simpai
8. Tokecang
DKI
1. Keroncong Kemayoran
2. Kicir-Kicir
3. Manuk Dadali
4. Ronggeng
5. Surilang
6. Jali-Jali
JAWA TENGAH
1. Bapak Pucung
2. Gambang Suling
3. Gek Kepriye
4. Gundul Pacul
5. Ilir-Ilir
6. Jamuran
JAWA TIMUR
1. Gai Bintang
2. Kembang Malathe
3. Keraban Sape
4. Tanduk Majeng
YOGYA KARTA
1. Pitik Tukung
2. Sinom
3. Suwe Ora Jamu
4. Te Kate Dipanah
BALI
1. Dewa Ayu
2. Macepet Cepetan
3. Mejangeran
4. Meyong-Meyong
5. Ngusak Asik
6. Ratu Anom
BANTEN
1. Dayung Sampan

Minggu, 21 November 2010

RPP TEMATIK KELAS 3

Rencana Persiapan Pembelajaran
Sebuah perencanaan sangat menentukan sebuah pelaksanaan, termasuk seorang guru maka berkwajiban membuat RPP ( Rencana Persiapan Pembelajaran ). Rencana mengajar adalah mutlak dibutuhkan agar tidak serampangan dan asal masuk dalam kelas. Anak didik akan dirugikan ketika seorang guru tidak mempersiapkan diri. Satu persiapan anatara lain RPP.
Bapak Ibu yang kami hormati di sini mencoba membuat persiapan RPP dengan pendekatan TEMATIK, untuk kelas 3. Bisa di lihat di sini
1. Tema Norma Masyarakat
2. Tema Rumahku
3. Tema Kerjasama
4. Tema Lingkungan Desa dan Kecamatan
5. Tema Persatuan dan Kesatuan

Kamis, 07 Oktober 2010

DOA ORANG MUKMIN

Tawakal adalah merupakan derajat keimanan seseorang yang selalu dalam ketundukan kepada Alloh dan ikhtiar yang besar di jalan yang benar.Kedekatan terhadap Alloh salah satu unsur tersendiri dalam penilaian derajat tawakal disisiNya. Doa - doa orang yang beriman merupakan salah satu urusan disisiNya yang tiada diragukan oleh siapapun. Doa seorang mukmin merupakan senjata terakhir untuk menggapai apa yang diinginkan. Senjata yang ketajamannya tergantung kebersihan hati seseorang baik disisi manusia ataupun di sisi Yang Kuasa. Doa dalam sehari hari dapat dilihat disini

BELAJAR NULIS

PEMAKAIAN TANDA BACA
A. Tanda Titik (.)
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya:
Ayahku tinggal di Solo.
Biarlah mereka duduk di sana.
Dia menanyakan siapa yang akan datang.

2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya:
a. III. Departemen Dalam Negeri
A. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
B. Direktorat Jenderal Agraria
1. ...
b. 1. Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar Tangan
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik
Catatan:
Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.
3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu.
Misalnya:
pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)
4. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu.
Misalnya:
1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik)
0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
0.0.30 jam (30 detik)
5. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltervreden: Balai Poestaka.
6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Misalnya:
Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231 jiwa.
7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukan jumlah.
Misalnya:
Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
Lihat halaman 2345 dan seterusnya.
Nomor gironya 5645678.
8. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
Misalnya:
Acara kunjungan Adam Malik
Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD ‘45)
Salah Asuhan
9. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.
Misalnya:
Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)
1 April 1985 (tanpa titik)
Yth. Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik)
Jalan Arif 43 (tanpa titik)
Palembang (tanpa titik)
Atau:
Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik)
Jalan Cikini 71 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)

B. Tanda Koma (,)
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Misalnya:
Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat serata berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.
Misalnya:
Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim.
3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Misalnya:
Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
4. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.
Misalnya:
Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
Dia tahu bahwa soal itu penting.
5. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula,meskipun begitu, akan tetapi.
Misalnya:
... Oleh karena itu, kita harus hati-hati.
... Jadi, soalnya tidak semudah itu.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.
Misalnya:
O, begitu?
Wah, bukan main!
Hati-hati, ya, nanti jatuh.
7. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat.
Misalnya:
Kata Ibu, “ Saya gembira sekali.”
“Saya gembira sekali,” kata Ibu, “karena kamu lulus.”
8. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya:
(i) Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pakuan, Bogor.
(ii) Sdr. Anwar, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
(iii) Surabaya, 10 Mei 1960
(iv) Kuala Lumpur, Malaysia.
9. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Alisjahbana, Sultan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat.
10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Misalnya:
B. Ratulangi, S.E.
Ny. Khadijah, M.A.
11. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Misalnya:
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, berkunjung ke Manado.
Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti latihan paduan suara.
Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia.
12. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Misalnya:
12,5 m
Rp 12,50
13. Tanda koma dapat dipakai––untuk menghindari salah baca––di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Atas bantuan Edyar, Agus mengucapkan terima kasih.
Bandingkan dengan:
Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.
Agus mengucapkan terima kasih atas bantuan Edyar.
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Misalnya:
“ Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim.
“Berdiri lurus-lurus!” perintahnya.

C. Tanda Titik Koma (;)
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Misalnya:
Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
2. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
Misalnya:
Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk memasak di dapur; Adik menghapal nama-nama pahlawan nasional.

D. Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misalnya:
Ketua : Moch. Achyar
Sekretaris : Tati Suryati
Bendahara : Noviana Pertiwi
2. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara surah dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Misalnya:
(v) Tempo, I (34), 1971:7
(vi) Surah Yasin:9
(vii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
(viii) Marzuki dan Rudy W. 2006. Pembuatan Aneka Kerupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.
3. Titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Misalnya:
Ayah : “Karyo, sini kamu!”
Karyo : (datang menghampiri) “Ada apa, Pak?”
Ayah : “Tolong ambilkan sepatu hitam yang di atas lemari!”
4. Titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.
Misalnya:
Pak Adi mempunyai tiga orang anak: Ardi, Aldi, dan Asdi.
Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

E. Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar atau kata berimbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.
Misalnya:





2. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Misalnya:
Anak-anak, kupu-kupu, berulang-ulang, kemerah-merahan, mondar-mandir, sayur-mayur
3. Tanda hubung menyambung huruf dari kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Misalnya:
p-a-n-i-t-i-a
17-08-1945
4. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan kata dengan kata berikutnya atau sebelumnya yang dimulai dengan huruf kapital, kata/huruf dengan angka, angka dengan kata/huruf.
Misalnya:
se-Indonesia, se-Jabodetabek, mem-PHK-kan, sinar-X, peringkat ke-2, S-1, tahun 50-an
5. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Misalnya:
di-smash, pen-tackle-an

F. Tanda Pisah
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
Misalnya:
Kemerdekaan bangsa itu––saya yakin akan tercapai––diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
2. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Misalnya:
Rangkaian temuan ini––evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom––telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau kata dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.
Misalnya:
2004––2009
tanggal 1––10 Mei 2007
Jakarta––Bandung
G. Tanda Elipsis (...)
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat atau dialog yang terputus-putus.
Misalnya:
Kalau begitu ... ya, ayo kita berangkat.
2. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Misalnya:
... selanjutnya akan di bawa ke pengadilan.
Ibu baru pulang ... pasar.
Catatan:
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu dipakai empat buah titik; tiga titik untuk menandai penghilangan teks dan satu titik untuk menandai akhir kalimat.
Misalnya:
Ibu baru pulang dari....

H. Tanda Tanya
1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
Misalnya:
Kapan ia berangkat?
Saudara tahu, bukan?
2. Tanda tanya dipakai di dalam kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan kebenarannya.
Misalnya:
Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?).
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

I. Tanda Seru (!)
1. Tanda seru dipakai pada akhir kalimat printah.
Misalnya:
Bersihkan kamar itu sekarang juga!
Jangan berisik!
2. Tanda seru dipakai pada akhir ungkapan atau pernyataan yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ketakjuban, ataupun rasa emosi yang kuat.
Misalnya:
Alangkah seramnya peristiwa itu!
Indah sekali pemandangan alam ini!
Merdeka!

J. Tanda Kurung ((...))
1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Misalnya:
Komisi A telah selesai menyusun GBPK (Garis-Garis Besar Program Kerja) dalam sidang pleno tersebut.
2. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Misalnya:
Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan perkembangan per-ekonomian Indonesia lima tahun terakhir.
3. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Misalnya:
Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.
4. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Misalnya:
Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a).
Sahrul Gunawan berasal dari (kota) Bogor.

K. Tanda Kurung Siku ([...])
1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai korekssi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Misalnya:
Sang Puteri men[d]engar bunyi gemerisik.
2. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Misalnya:
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35––38]) perlu dibentangkan di sini.

L. Tanda Petik (“...”)
1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lainnya.
Misalnya:
“Saya belum siap,” kata Mira, “tunggu sebentar!”
Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.”
2. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Misalnya:
Sajak “Berdiri Aku” terdaapat pada halaman 5 buku itu.
Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam harian Tempo.
3. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Misalnya:
Saat ini ia sedang tidak mempunyai pacar yang di kalangan remaja dikenal dengan “jomblo”.
Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan “si Hitam”.

M. Tanda Petik Tunggal (‘...’)
1. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Misalnya:
Tanya Basri, Kau dengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?”
“Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang’, dan rasa letihku lenyap seketika,” ujar Pak Hamdan.
2. Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Misalnya:
Feed-back berarti ‘balikan’.

N. Tanda Garis Miring (/)
1. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Misalnya:
No. 12/PK/2005
Jalan Kramat III/10
Masa Bakti 2005/2006
Tahun Ajaran 2006/2007
2. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap.
Misalnya:
Laki-laki/Perempuan
120 km/jam

O. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Misalnya:
Gunung pun ‘kan kudaki. (‘kan = akan)
17 Agustus ’45 (’45 = 1945)

DOA-DOA HARIAN