This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 Desember 2009

WAKTU BERHARGA BAGI ANAK KITA

Sebulan lebih saya sakit. Beberapa diskusi dan musyawarah yang harus saya ikuti, akhirnya saya nikmati dengan berbaring dan berdiri. Tetap berdiskusi, tapi tidak sebagaimana biasanya. Sebuah nikmat yang indah. Nikmat tentang tekad dan kemauan keras, lebih berharga daripada bakat dan kemampuan cerdas.
Kemauan yang keras membuat sakit tak begitu terasa, meski setelah tiba di rumah, sakit itu terasa lebih dahsyat. Sebabnya, berkurangnya rasa sakit saat sedang asyik berdiskusi bukan karena sakit itu yang hilang, tetapi tertutupi.
Sama halnya dengan masalah yang kita hadapi, sangat berbeda antara menyelesaikan masalah, dengan menganggap tidak ada masalah dan menutup mata darinya. Sangat berbeda juga antara waktu yang berkualitas untuk anak kita, dengan ungkapan kita yang berkilah bahwa pertemuan antara orangtua dan anak “yang penting kualitasnya, bukan kuantitasnya”.

Khusus tentang waktu berkualitas ini, saya rasakan betul maknanya selama sakit.
Saya punya lebih banyak waktu di rumah, tetapi tak bisa bercanda dengan anak-anak dengan penuh kegembiraan. Saya bersama mereka, tetapi rasanya tidak bisa membersamai mereka.
Banyak orangtua punya banyak waktu di rumah, tetapi anak-anak tak merasakan kehadirannya. Mereka banyak melakukan kegiatan bersama-sama, tetapi tanpa kebersamaan.
Mereka sama-sama memelototi TV, di tempat yang sama, tetapi pikirannya sibuk sendiri-sendiri. Mereka duduk saling berdekatan, tetapi tidak menjalin kedekatan. Sama seperti penumpang bus antar kota. Duduk berdampingan dari Surabaya ke Jakarta, tetapi sampai di tempat tujuan tidak saling kenal. Sebabnya, mereka hanya saling dekat secara fisik (physical closeness), bukan dekat secara emosi (attachment).
Pentingnya Kedekatan
Hasil-hasil riset menunjukkan, secure attachment (kedekatan emosi yang aman) antara anak dan orangtua, sangat berpengaruh terhadap penerimaan diri, harga diri, dan percaya diri anak nantinya. Sementara percaya diri sangat berpengaruh terhadap kecakapan untuk menyesuaikan diri secara tepat dengan lingkungan dan kemampuan bersikap tegas.
Anak-anak yang percaya dirinya rendah cenderung mudah dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk pengaruh yang paling buruk. Mereka kurang berani bersikap tegas karena khawatir kehilangan teman atau takut menghadapi ancaman.
Selain itu, anak-anak yang percaya dirinya rendah juga cenderung kurang mampu belajar dengan baik. Mereka mungkin memiliki IQ yang tinggi, tetapi tidak memiliki sense of competence (kesadaran tentang kemampuan) yang baik sehingga merasa tidak mampu. Mereka tidak memiliki efikasi diri yang kuat, sehingga cenderung mudah surut langkah ketika menghadapi kesulitan.
Sementara ketika berhasil melakukan pekerjaan dengan baik, mereka tidak memiliki keyakinan bisa melakukan hal yang sama di lain waktu atau menganggapnya sebagai hal biasa yang tak bermakna. Apa artinya? Selain mencerdaskan otaknya, salah satu bekal yang harus kita berikan kepada anak-anak kita adalah kedekatan emosi yang hangat.
Mereka bahagia jika berdekatan dengan kita, bukan karena uang yang kita berikan, tetapi karena waktu yang kita luangkan untuk bercanda dan berbincang bersama mereka. Mereka rindu kepada kita tatkala saling berjauhan, bukan karena menanti sekeranjang oleh-oleh yang menggugah selera, tetapi karena mengharap pertemuan yang mengalir di dalamnya nasihat bersahabat.
Kedekatan yang hangat juga membuat anak-anak lebih mendengar kata-kata kita. Secara alamiah, kita cenderung mempercayai dan mengikuti orang yang dekat di hati. Orang baik itu lebih berpengaruh daripada orang pintar. Kadang manusia rela mengorbankan akal sehat karena mengikuti apa yang tampaknya baik.
Kedekatan itu lebih terasa lagi pengaruhnya ketika anak-anak kita beranjak remaja. Kepada siapa mereka mencurahkan isi hati, mengungkapkan masalah dan mencari jalan keluar dari persoalan hidup yang dihadapi, sangat dipengaruhi oleh kedekatan emosi mereka. Mereka tak akan mencari orangtuanya ketika menghadapi masalah jika tidak ada kedekatan emosi yang kuat. Mereka hanya akan mempercayakan masalahnya kepada orang yang dirasakannya bisa menjadi sahabat dan sekaligus memiliki kredibilitas untuk menjaga harga diri dan memecahkan masalah.
Masalahnya adalah, kita hampir tidak mungkin membangun kepercayaan pada diri mereka jika tidak ada kedekatan emosi di masa kecil mereka. Mereka mungkin tetap hormat kepada kita, tetapi bukan percaya.
Agar kita bisa lebih dekat dengan anak-anak, tidak bisa tidak kita harus secara sengaja meluangkan waktu buat mereka. Sekadar memiliki waktu bersama mereka, tidak dengan sendirinya membuat kehadiran kita berarti. Bersama-sama melakukan kegiatan bersama mereka, hanya akan bermakna jika anak-anak merasakan perhatian dan cinta kita.
Kita mungkin sering mengatakan kepada mereka betapa kita sangat menyayangi mereka. Masalahnya, apakah mereka merasa kita sayangi? Sama seperti waktu kita bersama mereka, apakah mereka merasakan betul bahwa kita meluangkan waktu untuk mereka ataukah kebetulan saja saat ini kita bersama anak-anak?
Ketika Bersama Anak-anak
Sungguh, sangat berbeda mempunyai waktu bersama anak dengan meluangkan waktu untuk mereka! Apa yang kita lakukan dengan waktu kita bersama anak?
Pertama, menjalin kedekatan dengan mereka. Bercermin pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita melihat betapa hangat hubungan Rasulullah dengan anak; dengan putrinya, cucunya, maupun dengan anak-anak kecil lainnya.
Rasulullah pernah bermain kuda-kudaan dengan cucunya, memanjangkan sujudnya tatkala Al-Husain menaiki punggungnya, menyapa akrab anak-anak kecil yang sedang asyik bermain, bercanda dengan mereka, atau menghamparkan surbannya ketika Fathimah Az-Zahra datang. Padahal ketika itu Fathimah sudah dewasa. Bahkan sudah berputra.
Kedua, membangun kredibilitas kita sebagai orangtua. Karena setiap hari anak-anak melihat kita, membangun kredibilitas sebagai orangtua justru jauh lebih sulit dibanding membangun kredibilitas sebagai guru di sekolah. Sama sulitnya dengan pengasuh asrama yang setiap hari mendampingi anak. Sedikit saja melakukan kesalahan, anak-anak segera merekam di alam benaknya.
Salah satu cara membangun kredibilitas adalah dengan cara berkata yang benar. Kuatnya kredibilitas akan membangkitkan kepercayaan. Sebaliknya jika runtuh, bisa menjadikan anak kehilangan rasa hormat terhadap orangtua.
Khusus berkenaan dengan rasa hormat ini, sebagaimana kepercayaan dan kredibilitas, orangtua perlu saling membantu. Ibu mengajari anak untuk hormat dan patuh kepada ayah, sebaliknya ayah membimbing anak untuk sayang dan taat pada ibu. Ayah berkewajiban untuk menanamkan kepada anak agar menghormati ibu lebih daripada ayah.
Hal yang sama juga berlaku antara orangtua dan guru. Orangtua mengajarkan kepada anak agar hormat dan mendengarkan apa kata guru. Sementara guru bertugas membangun kredibilitas orangtua sekaligus menghormati dan mentaatinya.
Ketiga, membangun keyakinan, arah hidup, dan cita-cita ideologis anak. Tidak penting kelak mereka akan menjadi apa, asalkan semuanya dalam kerangka mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan proses pembentukan visi hidup ini berlangsung selama mereka asyik bercanda dan berbincang dengan kita.
Keempat, mengajarkan aturan hidup. Agama ini akan mereka rasakan jika perannya mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menjumpai aturan agama pada situasi apa pun serta dalam urusan apa pun. Artinya, agama hadir bukan hanya dalam shalat dan ibadah ritual lainnya, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan. Melihat agama hanya dalam urusan ibadah adalah cara berpikir sekuler. Wallahu a’lam bishshawab.*



Senin, 07 Desember 2009

ANAK DI CURI SERIGALA

DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar
Pengantar
Kisah ini memaparkan kepintaran Nabiyullah Sulaiman yang luar biasa dalam mengungkapkan kebenaran dalam sebuah persengketaan tanpa bukti-bukti yang membimbing kepada pemilik hak. Sulaiman menampakkan bahwa dirinya hendak membunuh bayi yang diperebutkan oleh dua orang wanita yang masing-masing mengklaim sebagai ibunya. Maka terbuktilah siapa ibu yang sebenarnya, yaitu yang merelakan anaknya diberikan kepada lawannya agar bayi itu tidak dibunuh demi menjaga hidupnya padahal lawannya itu bersedia menerima bayi yang akan dibelah dua oleh Sulaiman.

Teks Hadist
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Ada dua orang wanita masing-masing dengan anaknya. Datanglah seekor serigala dan mencuri anak salah seorang dari keduanya berkata kepada yang lain, 'Serigala itu mencuri anakmu.' Yang lain menjawab, 'Anakmulah yang dicuri oleh serigala.' Keduanya mengadukan hal itu kepada Dawud, maka Dawud memutuskan anak itu milik wanita yang lebih tua. Keduanya pergi kepada Sulaiman dan menyamapkan hal itu. Sulaiman berkata, 'Ambillah untukku pisau. Aku akan membelahnya untuk mereka berdua.' Wanita muda berkata, 'Jangan, semoga Allah merahmatimu. Anak ini adalah anaknya.' Maka Sulaiman memutuskan anak ini adalah anak si wanita muda."
Abu Hurairah berkata, "Demi Allah, inilah untuk pertama kalinya aku mendengar kata 'sikkin' (pisau). Kami selama ini mengatakannya 'mudyah' (pisau)."
Takhrij Hadis
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya', bab biografi Sulaiman, 6/458 no. 3427
Dalam Kitabul Faraidh , bab jika seseorang wanita mengakui seorang anak, 12/55, no. 6769.
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabul Aqdhiyah, bab perbedaan para mujtahid, 3/1344, no. 1720.
Hadis ini dalam Shahih Muslim dengan Syarah Nawawi, 12/380.
Diriwayatkan oleh Nasa'i dalam Kitabul Qadha', 8/234
Penjelasan Hadis
Kisah ini terjadi pada zaman Nabiyullah Dawud Alaihis Salam. Ada dua orang wanita yang berhukum kepadanya ketika seekor serigala membawa kabur anak salah seorang dari keduanya. Keduanya memperebutkan anak yang selamat. Masing-masing mengklaim bahwa ia adalah anaknya. Maka Nabiyullah Dawud berusaha untuk memberi hukum kepada keduanya. Usahanya membimbingnya kepada suatu hukum bahwa anak ini adalah anak wanita yang tua berdasarkan kepada dalil-dalil yang digunakan oleh Dawud.
Keduanya keluar dari hadapan Dawud dan melewati Nabiyullah Sulaiman Alaihis Salam. Sulaiman melihat bahwa persoalan ini bisa diselesaikan dengan suatu cara untuk mengetahui ibu anak tersebut yang sebenarnya. Sulaiman meminta pisau kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya untuk digunakan sebagai alat yang membelah tubuh anak ini menjadi dua bagian, sehingga masing-masing mendapatkan separuh. Inilah hukum yang adil di antara keduanya. Kedua wanita ini menyangka Sulaiman serius dan pasti melakukan hukum itu. Di sinilah terlihat respon dari kedua wanita itu. Ibu yang sebenarnya, yaitu si ibu muda, bersedih terhadap hukum ini. Karena hal itu sama dengan membunuh anaknya, maka dia merelakan anaknya di ambil oleh lawannya sehingga anaknya bisa tetap hidup, walaupun dia tidak bisa menjaga dan mendidiknya. Sedangkan seterunya, yang tidak terkait oleh ikatan keibuan dengan anak itu, dia menerima hukum yang hendak dilaksanakan oleh Sulaiman tersebut. Dengan inilah Sulaiman berdalil maka ibu anak ini yang sebenarnya. Maka dia memutuskan bahwa ibu yang berhak terhadap anak itu adalah si ibu muda, walaupun dia mengakui bahwa anak itu adalah anak seterunya.
An-Nawawi berkata, "Sulaiman menggunakan cara berpura-pura dan sedikit tipu daya untuk mengetahui perkara yang sebenarnya. Dia menunjukkan kepada keduanya seolah-olah dia ingin membelah anak itu untuk mengetahui siapa yang bersedih jika anak itu dibelah, maka dialah ibu yang sebenarnya. Ketika wanita yang lebih tua menyetujui jika anak ini dibelah, terbuktilah bahwa dia bukan ibu ang seberanya. Ketika yang muda berkata seperti apa yang dikatakannya, maka diketahui bahwa dialah ibunya. Sulaiman tidak ingin benar-benar membelah, dia ingin menguji kasih saying mereka berdua untuk membedakan mana ibu yang sebenarnya. Ketika ia bisa dibedakan dnegan ucapannya, maka Sulaiman mengetahuinya. (Syarah Shahih Muslim An-Nawawi, 12/381).
Cara yang digunakan Sulaiman untuk mengetahui kebenaran adalah semacam firasat. Dia memutuskan hukum dengan berdasarkan alibi dan tanda-tanda pendukung, tidak terpaku hanya pada keterangan dan keadaan permukaannya saja. Seorang saksi dari keluarga wanita telah memberikan kesaksian atas kebenaran Yusuf dan kebohongan wanita itu dengan berpijak pada baju Yusuf yang robek di bagian belakang, "… dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, Maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar. Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, Sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar." (Yusuf: 26-28).
Para pengadil di kalangan kaum muslimin menggunakan beberapa dalil dan bukti-bukti yang unik untuk mengungkap kebenaran. Para pemakainya hanyalah orang-orang yang benar-benar pintar dan cerdik. Di antara pengadil yang terkenal dalam urusan ini adalah Ali bin Abi Thalib, Hakim Syuraikh, dan hakim Iyas. Ibnul Qayyim dalam Ath-Thuruqul Hukmiyah fis Siyasatisy Syar'iyati telah menyebutkan banyak contoh penggunaan cara ini oleh beberapa hakim untuk membuka kebenaran, yaitu dengan firasat dan tanda-tanda. (Ath-Thuruqul Hukmiyah, hlm. 27. Ighatsatul Lahfan, Ibnul Qayyim, 2/66).
Al-Qur'an telah memberitakan tentang kejadian lain ketika Nabiyullah Sulaiman menyelisihi bapaknya Dawud Alaihis Salam dalam masalah hukum. Hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya, "Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat) dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu …" (Al-Anbiya: 78-79).
Nafsyu adalah melepas kambing di malam hari, sedangkan di siang hari disebut hamlu. Inti kisah ini adalah sebagaimana dikatakan oleh ulama tafsir, bahwa kambing kambing milik seseorang masuk ke kebun orang lain di waktu malam, dan ia memakannya sampai habis.
Maka keduanya berhakim kepada Dawud. Dawud memutuskan bahwa kambing-kambing harus diserahkan kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi kebun yang dimakan habis oleh kambing-kambing itu. Ketika dua orang yang berselisih ini melewati Sulaiman setelah keduanya keluar dari majlis pengadilan, Sulaiman tidak sependapat dengan hukum yang telah ditetapkan. Ketika Dawud bertanya tentang keputusannya dalam perkara ini, Sulaiman menyatakan kepadanya agar kambing-kambing itu diserahkan kepada pemilik kebun untuk diambil susunya, bulunya dan anak-anaknya sesuai dengan hasil kebun yang musnah dilahap oleh kambing-kambing itu. Sementara pemilik kambing diserahi tanah, dia yang mengolahnya hingga kebun itu kembali seperti sedia kala sebelum dimakan oleh kambing-kambing itu. Jika kebun telah kembali seperti semula, maka ia dikembalikan kepada pemiliknya dan dia boleh meminta kambing-kambingnya. Inilah ringkasan dan perkataan para imam tafsir tentang penafsiran peristiwa yang terjadi dan disinggung oleh ayat di atas. Di antara mereka adalah Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah.(Tafsir Ath-Thabari, 17/52. Tafsir Ibnu Katsir, 4/576).
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Hafidz Ibnu Asakir menyebutkan tentang biografi Sulaiman bin Dawud sebuah kisah yang panjang dari Ibnu Abbas, yang intinya adalah bahwa ada seorang wanita cantik pada masa Bani Israil. Dia dirayu oleh empat orang pemuka di kalangan mereka untuk berbuat mesum, tetapi wanita ini menolak mereka semua. Mereka sepakat di antara mereka untuk membuat kesaksian palsu atasnya. Maka mereka bersaksi di hadapan Dawud bahwa wanita itu telah berbuat mesum dengan anjingnya yang telah ia latih untuk melakukan itu. Dawud pun memerintahkan agar wanita itu dirajam. Sore hari itu Sulaiman duduk di kelilingi para pembantunya. Dia mendramakannya. Dia duduk sebagai hakim, lalu empat orang pembantunya berpakaian seperti empat orang yang menuduh wanita itu dan seorang lagi berpakaian dengan pakaian. Empat orang bersaksi atas wanita itu bahwa dia telah berbuat mesum dengan anjingnya.
Sulaiman berkata, "Pisahkan mereka?" Sulaiman lalu bertanya kepada yang pertama, "Apa warna anjing itu?" Dia menjawab, "Hitam." Maka dia dipinggirkan. Sulaiman memanggil orang kedua dan menanyakan kepadanya warna anjing itu dan ia menjawab, "Merah." Yang ketiga mengatakan, "Kelabu." Dan yang keempat mengatakan, "Putih."Pada saat itu Sulaiman memerintahkan agar mereka dibunuh.
Hal ini diceritakan kepada Dawud. Dia langsung memanggil empat orang yang bersaksi atas wanita tersebut. Dawud bertanya kepada mereka secara terpisah tentang warna anjing itu. Jawaban mereka berbeda-beda, maka Dawud memerintahkan agar mereka dibunuh. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/578).

Versi Taurat
Kisah ini terdapat dalam poin (16-28) dalam Ishah ketiga dalam Safar Muluk, yang pertama, nashnya: "Pada saat itu datanglah dua orang wanita pezina kepada raja. Kedunya berdiri di hadapannya. Salah seorang wanita berkata, 'Wahai paduka, dengarkanlah. Aku dan wanita ini tinggal dalam satu rumah. Di rumah itu aku melahirkan anakku. Tiga hari setelah itu wanita ini juga melahirkan. Kami bersama. DI rumah kami tidak ada orang asing selain kami berdua. Kami berdua di rumah. Lalu anak wanita ini mati di waktu malam karena dia tidur di atasnya. Di tengah malam dia bangkit dan mengambil anakku dari sisiku, sementara pada saat itu hambamu ini sedang tidur. Lalu dia menaruh anaknya yang telah mati di sisiku dan menaruh anakku di sisinya. Ketika aku bangun di pagi hari untuk menyusui anakku, ternyata dia telah mati. Aku memperhatikannya di pagi itu, ternyata dia bukanlah anak yang aku lahirkan.' Wanita yang lain menyahut, 'TIdak mungkin. Anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Wanita pertama membantah, 'Tidak. Anakmu mati dan anakku hidup.' Keduanya berbantah-bantahan di hadapan raja.
Raja berkata, 'Wanita ini mengatakan anaknya yang hidup dan anakmu yang mati. Wanita itu mengatakan bukan, tetapi anakmu yang mati dan anaknya yang hidup.' Raja meneruskan, 'Bawakan pedang untukku.' Lalu mereka menghadirkan pedang di hadapan raja. Raja berkata, 'Belahlah anak yang hidup ini menjadi dua. Separuh untuk wanita ini dan separuh untuk wanita itu.' Maka wanita yang anaknya hidup berbicara kepada raja karena dadanya bergolak terhadap anaknya. Dia berkata, 'Dengarkanlah wahai paduka raja, serahkanlah anak ini kepadanya, jangan dia dibunuh.' Wanita yang lain berkata, 'Dia bukan untukmu dan untukku, belahlah dia.' Raja berkata, 'Berikan anak yang hidup ini kepadanya. Jangan bunuh ia karena dia adalah ibunya.' Ketika seluruh Bani Israil mengetahui keputusan yang dikeluarkan oleh raja, mereka takut kepadanya karena mereka melihat hikmah Allah padanya dalam mengambil keputusan."
Komentar Kita terhadap Versi Taurat
Terdapat kemiripan yang jelas antara versi Taurat dengan kisah di dalam hadis. Hanya saja kisah di dalam Taurat telah tersentuh oleh penyelewengan. Anak itu tidak mati karena ibunya menindihnya di waktu malam, akan tetapi dia mati karena dibawa kabur oleh serigala, dan kelihatannya kedua wanita ini berada di luar desa yang jauh dari penduduk, karena serigala tidak mencuri anak-anak dari rumah-rumah.
Perkara kedua yang diselewengkan adalah klaim Taurat bahwa kisah ini terjadi pada masa raja Sulaiman, setelah wafatnya Dawud. Yang benar adalah bahwa kisah ini terjadi pada zaman Dawud. Dawud telah memberikan keputusannya terlebih dahulu, lalu Sulaiman menyelisihi hukumnya sebagaimana telah dijelaskan.
Yang benar adalah bahwa Sulaiman meminta pisau, bukan pedang sebagaimana disebutkan oleh Taurat. Dan pisau adalah alat yang cocok untuk membelah anak kecil menjadi dua, bukan pedang.
Di antara koreksi hadis terhadap Taurat adalah bahwa Sulaiman meminta pisau untuk membelah anak itu sendiri, karena dia belum menjadi raja pada waktu itu. Padahal, Taurat menyatakan bahwa dia memerintahkan prajuritnya agar membelahnya dengan pedang, karena pada waktu dia memutuskan perkara ini dia adalah seorang raja. Dan kalian telah mengetahui kesalahan pendapat ini.
Tidak mungkin kedua wanita itu adalah wanita pezina seperti yang tertulis di dalam Taurat. Buktinya adalah ungkapan ibu anak itu yang menunjukkan kebaikan dan ketaqwaan. Dia berkata kepada Nabiyullah Sulaiman ketika dia hendak membelahnya, "Jangan lakukan itu, semoga Allah merahmatimu. Dia anaknya."
Jika keduanya adalah wanita pezina, apakah Nabiyullah Dawud dan Sulaiman membiarkan keduanya bebas atas perbuatan keduanya? Apakah dia tidak memerintahkan agar keduanya dirajam sebagaimana dia memerintahkan merajam seorang wanita ketika terjadi persekongkolan kesaksian palsu terhadapnya bahwa dia telah berzina?

Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadist
1. Keutamaan Nabi Sulaiman dan keterangan tentang apa yang diberikan oleh Allah berupa kecerdasan dan kemampuan untuk menggali hukum yang benar dalam perkara-perkara sulit yang terjadi pada masanya. Dan dalam hadits shahih disebutkan bahwa Sulaiman berdoa kepada Allah agar diberi hukum yang sesuai dengan hukum-Nya, maka dia diberi.
2. Hakim atau pengadil boleh menampakkan kepada orang yang bertikai suatu perbuatan yang (sebenarnya) dia tidak ingin melaksanakannya, sebagaimana Sulaiman meminta pisau untuk membelah anak itu menjadi dua, padahal sebenarnya dia tidak menginginkan hal itu. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan kebenaran. Nasai telah membuat judul untuk hadis ini, "Keluasan bagi Hakim untuk berkata kepada sesuatu yang tidak dilakukannya, 'Lakukanlah'," agar terungkap kebenaran. (Sunan Nasai, 8/236).
3. Dengan berdalil kepada hadis ini Nasa'I membolehkan seorang Hakim membatalkan keputusan hakim lain, walaupun dia sama dengannya dalam hal ilmu atau lebih afdhal darinya. Ini mungkin kurang tepat, karena Sulaiman tidak memutuskan dan menetapkan. Dia hanya mengembalikan urusan kepada Dawud, lalu Dawud membatalkan keputusannya sendiri karena masukan dari Sulaiman. Wallahu A'lam.
4. Berdalil dengan faktor pendukung dan tanda-tanda untuk mengetahui kebenaran dalam perkara yang diperselisihkan adalah sesuatu yang dianjurkan pada saat tidak adanya dalil.
5. Kisah ini menunjukkan bahwa hakim yang alim diberi pahala, baik dia benar atau salah. Allah telah menetapkan bahwa Sulaimanlah yang mengerti rahasia keputusan hukum, walaupun demikian Allah tetap memuji Dawud dan Sulaiman, dan tidak mencela Dawud karena dia salah dalam mengambil keputusan, "Maka Kami telah memberkan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum yang lebih tepat, dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu." (Al-Anbiya: 79). Dan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam telah secara jelas menyatakan bahwa hakim yang benar keputusannya akan mendapatkan dua pahala. Adapun yang salah, maka cukup satu.
6. Para nabi memutuskan perkara-perkara yang terjadi pada mereka dengan ijtihad mereka. Oleh karena itu, hukum Dawud dan Sulaiman berbeda. Jika mereka memutuskan dengan wahyu, niscaya mereka tidak berbeda. Oleh sebab itu, Nabi bias jadi memutuskan tidak kepada pemilik hak sebagaimana hal itu telah disebutkan di dalam hadis shahih.
7. Kecerdikan dan pemahaman tidak berhubungan dengan umur. Si kecil bisa jadi mengerti dan mengetahui apa yang tidak diketahui si besar, sebagaimana Sulaiman (si anak) mengerti apa yang tidak dimengerti oleh Dawud (si bapak). Abdullah bin Umar mengetahui jawaban pertanyaan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam, sementara sahabat-sahabat besar tidak memahaminya, padahal di antara mereka terdapat Abu Bakar dan Umar.
8. Koreksi hadis terhadap penyimpangan Taurat menyangkut kisah ini.

Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa, terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 179-188.



Selasa, 01 Desember 2009

ULANGAN SEMESTER 2008 / 2009

ULANGAN AKHIR SEMESTER I
SD ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2008 / 2009

Mata Pelajaran : IlmuPengetahuan Alam
Kelas : lima ( V )
Ulangan Akhir Semester I Tahun Pelajaran :
2009/2010

ULANGAN KENAIKAN KELAS SEMESTER II
SD ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2008 / 2009
Mata Pelajaran : IlmuPengetahuan Alam
Kelas : lima ( V )
Ulangan Kekanikan Kelas 2008 /2009, klik disini

Rabu, 25 November 2009

PERUBAHAN WUJUD BENDA

1. Setiap molekul zat
Setiap molekul zat memiliki cirinya masing-masing, yaitu :
a. Ciri Khas Molekul Zat Padat
- gaya tarik menarik sangat kuat
- susunannya berdekatan satu sama lain
- letaknya berdekatan
- tidak bisa bergerak bebas
b. Ciri Khas Molekul Zat Cair
- gaya tarik menarik tidak begitu kuat
- susunannya tidak beraturan
- letaknya agak renggang
- bergerak bebas berpindah-pindah tempat
c. Ciri Khas Molekul Zat Gas
- gaya tarik menarik sangat kecil
- susunannya sangat tidak teratur
- letaknya saling berjauhan
- bergerak sangat bebas
2. Perubahan Wujud Benda
Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Zat berdasarkan wujudnya dapat dibedakan menjadi zat padat, zat cair dan zat gas. sedangkan berdasarkan kemurniannya zat dibedakan atas unsur, senyawa dan campuran
Zat dapat mengalami perubahan, mulai dari perubahan wujud yang bersifat sementara sampai perubahan membentuk zat lain yang bersifat tetap. Perubahan wujud dibagi menjadi dua, yaitu:

A. Perubahan Fisika
Peru
bahan fisika adalah suatu perubahan yang tidak mengasilkan zat baru dan bersifat timbal-balik, artinya dapat kembali ke keadaan semula.
kan oleh:
• Penerimaan pa
nas oleh zat
Contoh : pada saat terjadinya peristiwa penguapan, pencairan dan penyubliman.
• Pelepasan panas oleh zat
Contoh : pada saat terjadinya peristi
wa pembekuan dan pengembunan.
Contoh perubahan fisika, adalah :
1. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud zat cair disebut melebur atau meleleh., mencair

Misalnya,
-. mentega berbuah menjadi minyak ketika dimasukkan ke dalam penggorengan.
-. es krim yang berubah menjadi cair terkena suhu panas
-. permen atau coklat yang mencair terkena suhu panas
-.Gunung es yang mencair
-. Kutub Es yang mulai mencair
Perubahan wujud dari padat ke cair membutuhkan kalor (energi),

2. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud padat disebut membeku atau Pembekuan
Misalnya,
-. membuat es kebo dari air sirup dalam plastik
-. membuat agar-agar atau jelly
-. air menjadi es dalam lemari es.
Pada perubahan ini terjadi pelepasan kalor (energi)

3. Perubahan dari wujud cair menjadi wujud gas disebut menguap atau penguapan
Contoh :
-. Air comberan menguap menjadi uap terkena sinar matahari
-. Spirtus atau spiritus menguap saat terkena udara
-. air menjadi uap air ketika dipanaskan.
Perubahan ini akan membutuhkan kalor (energi).

4. Perubahan dari wujud gas menjadi cair disebut mengembun atau Pengembunan
Contoh :
-. Hujan di malam minggu berasal dari uap awan yang menjadi air
-. Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat embun di pucuk daun
-. embun di pagi hari terbentuk karena perubahan uap air di udara menjadi air.
Perubahan ini tidak memerlukan kalor (melepas) kalor.

5. Perubahan dari wujud padat menjadi wujud gas disebut menyublim/penyubliman atau Sublim
Contoh :
-. kapur barus yang menyublim menjadi gas berbau wangi
-. Biang es didalam kotak es tongtong untuk mendinginkan es
Perubahan ini membutuhkan kalor.

6. Perubahan dari wujud gas menjadi wujud padat disebut mengkristal/menghablur/ penghabluran/hablur
Contohnya,
-. pembuatan ammonium sulfat dan ammonium nitrat bahan pupuk
-. perubahan uap air menjadi salju.
Perubahan ini tidak memerlukan energi atau melepas kalor.

B. Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan suatu zat baru. Contoh dari perubahan kimia antara lain :

Contoh dari perubahan kimia antara lain :
a. bensin biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair menjadi asap knalpot.
b. proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan sebagainya menjadi makanan.
c. membuat masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang dapat dimakan.
d. bom meledak yang merubah benda padat menjadi pecahan dan ledakan.
Pada perubahan fisika dapat dikembalikan dari bentuk hasil output menjadi imput, namun pada perubahan kimia tidak dapat dikembalikan menjadi bentuk semula secara sempurna.
lihat gambar

Selasa, 24 November 2009

UASBN ? SIAPA TAKUT ?

Cara Smart Taklukkan UASBN 2010
Banyak cara untuk sukses pada UASBN mendatang. Berikut ini kami tampilkan poin-poin penting agar sukses di UASBN. Silakan cermati tips berikut ini :
Cara Smart taklukkan UASBN/UNAS 2010

1. Berpikir Positif (Positive Thinking)
Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi kata kunci yang harus kamu pegang adalah “Berpikir Positif mulai dari diri sendiri”. Selalulah berpikir bahwa kamu pandai, bahwa kamu akan sukses dalam ujian dengan nilai yang sangat baik, bahwa kamu adalah sang juara yang memiliki kemampuan luar biasa. Kamu harus memberi penghargaan pada dirimu sendiri. Inilah modal utama sebuah kesuksesan.

2. Pupuk Semangat Optimisme
Kegagalan dalam ujian jangan dijadikan momok. Cobalah belajar dengan tekun, teratur dan disiplin. Jangan takut gagal dalam mencoba, jangan takut salah dalam belajar. Kalau gagal atau salah dalam belajar, coba lagi dengan cara yang lain. Perhatikan kata-kata bijaksana ini dan jadikanlah sebagai pembakar semangat. “Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan -kesalahan yang dia lakukan dengan cara yang berbeda dan semangat yang berbeda”

3. Bangkitkan Motivasi Belajar
Mendapatkan nilai yang tinggi dalam UASBN/UNAS 2010 dan diterima di SMP Favorit adalah target belajarmu. Jadikanlah target belakargmu ini menjadi tantangan bagimu dan harus berani menghadapi tantangan tersebut. Jadikanlah tantangan tersebut sebagai motivasi belajarmu. Kamu harus berani yakin bahwa kamu bisa, bahwa kamu adalah sang juara

4. Bermental Juara
Kalau kamu ingin menjadi juara, kamu harus memiliki kebiasaan sebagai seorang juara. Jangan kamu berharap bisa menjadi pemenang kalau kamu masih memiliki kebiasaan sebagai pecundang. Sukses harus di perjuangkan dan perjuangan butuh kesungguhan.
Mulai saat ini kamu harus ; tekun belajar, disiplin belajar, berbada dengan teman yang lain, dan belajar secara rutin dan terus-menerus.
Kalau kebiasaan tersebut belum kamu miliki, maka mulai saat ini kamu harus berubah. Dengan perubahan itu yakinkan pada dirimu, bahwa kamu akan mencapai prestasi gemilang. Peganglah semangat dalam kata-kata bijaksanan ini “Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilangkan kesangsian. Tetapi jika orang sudah berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan”.

5. Pelajari Karakter Soal- soal UASBN Periode Sebelumnya
Rujukan untuk menyusun soal-soal UASBN adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL). SKL ini dijabarkan dalam Indikator Lulusan dan Kisi-kisi UASBN. Pelajari kisi-kisi UASBN ini karena didalamnya digambarkan tentang pembobotan dan distribusi soal untuk setiap ruang lingkup materi yang di ujikan

6. Banyak Berlatih Mengerjakan Latihan Soal
Persiapan kamu menghadapi UASBN akan semakin efektif apabila kamu banyak latihan mengerjakan soal-soal yang bertipelogi seperti UASBN. Banyak latihan mengerjakan soal akan membiasakan kamu dengan bentuk-bentuk soal yang akan keluar dalam ujian. Untuk soal hafalan kuncinya terletak pada cara menghafal yang efektif. Untuk soal hitungan kuncinya adalah banyak berlatih.

7. Cari Pendamping Belajar Berpengalaman Dan Kompeten
Metode belajaranmu akan semakin efektif apabila kamu memiliki pendamping belajar yang dapat dijadikan sebagai mitra belajar untuk memecahkan persoalan-persoalan psikologis dan akademis. Berikut ini adalah kriteria pendamping belajar yang baik :
a. Target belajarnya jelas , program pembelajaran tersusun secara lengkap dan terpadu
b. Sarana belajarnya memuat materi yang lengkap , disajikan dengan sistematis, disertai soal-soal latihan yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
c. Program evaluasi dirancang secara terpadu, dan proses evaluasinya dilaksanakan secara bertahap dan rutin. Hasil evaluasinya dapat digunakan sebagai umpan balik untuk menilai hasil kemajuan belajar.
d. Dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman, penguasaan materinya bagus, metode mengajarnya komunikatif, variatif dan menyenangkan.

8. Tips dan Trik Menghadapi Ujian
Tujuan akhir dari langkah Smart Sukses UASBN adalah sukses menghadapi ujian dengan nilai sangat memuaskan. Berikut ini adalah tips dan trik menghadapi ujian :
a. Persiapan menjelang ujian
1. pada saat menjelang ujian berpikirlah yang rileks, tenang, dan jernih untuk menghindari kecemasan dan ketegangan.
2. Jaga kesehatan dan persiapkanlah fisik kamu dengan makan cukup agar kamu dapat konsentrasi
3. Persiapkan pensil, penghapus, dan segala peralatan yang dibutuhkan untuk ujian dengan baik.
4. Datang ke ruang ujian 15 menit sebelum ujian dimulai.
b. Saat proses ujian berlangsung
1. Berdoalah sebelum membuka naskah soal ujian, karena segala kekuatan dan keberhasilan semata-mata dating dari sang pencipta
2. Tulislah nama dan nomor ujian kamu dengan jelas pada kolom yang telah disediakan pada lembar jawaban yang sudah dibagikan oleh panitia.
3. Periksalah semua halaman naskah ujian dan bacalah petunjuk dengan teliti.
4. Bacalah soal-soal ujian dengan seksama dan pahami betul apa inti persoalan yang ditanyakan. Kerjakan soal-soal yang lebih mudah terlebih dahulu.
5. Terapkan srategi Smart (cermat, cerdas, dan cepat) dalam menjawab soal-soal ujian agar alokasi waktu yang disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal.
6. Pindahkan jawaban kamu pada lembar jawaban secara bertahap untuk soal-soal yang telah berhasil dikerjakan dengan baik.
7. Apabila kamu dapat menyelesaikan seluruh soal ujian sebelum waktu habis, maka pergunakan waktu yang tersisa untuk memeriksa kembalik jawaban-jawaban yang sudah ditulis.
8. Periksa kembali nama dan nomor ujian kamu sebelum lembar jawaban diserahkan panitia ujian.

Selamat mencoba



Kamis, 19 November 2009

SOAL- SOAL LATIHAN

SOAL LATIHAN SEMESTER I
Kesuksesan tidak datang dengan mudah. Ingin sukses perlu :
Bekerja dan beraktifitas secara :
1. Sungguh - sungguh
2. Tekunan
3. Ulet
4. Istiqomah /terus menerus
5. latihan
Ingin latihan soal, di sini ada :


A. Organ Pernafasan, klik disini
B. Organ Pencernaan, klik disini
C. Makanan dan Kesehatan,klik disini
D. Organ Peredaran Darah, klik disini
E. Tumbuhan Hijau, klik disini
F. Adabtasi Makhluk Hidup, klik disini
G. Perubahan Wujud Benda, klik disini
H. Perubahan Benda, klik disini
I. Konduktor Isolator,klik disni

Selasa, 17 November 2009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : SD Islam Al-Azhar 14
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester : V / I
Alokasi Waktu : 2 Pertemuan ( 4 Jam Pelajaran)
Waktu Pelaksanaan : Minggu ke III – IV Agustus 2009


I. Standar Kompetensi
1. Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusiawan

II. Kompetensi Dasar
1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan.

III. Indikator
1. Menggolongkan makanan berdasarkan keras dan lunaknya makanan
2. Menggolongkan makanan berdasarkan kandungan gizi zat makanan
3. Menggolongkan makanan berdasarkan kandungan serat makanan
4. Menggolongkan makanan berdasarkan efek terhadap tubuh ( bahaya atau tidak )
5. Menggolongkan jenis penyakit dan gangguan pada alat pencernaan.

IV. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengalaman belajar, siswa dapat:
1. Membedakan makanan yang keras dan lunak disertai contohnya.
2. Menyebutkan makanan yang mengandung zat pembangun tubuh yang berasal dari tumbuhan
3. Menjelaskan akibat kekurangan zat karbihidrat dan protein !
4. Menjelaskan gangguan-gangguan pada alat pencernaan manusia dengan benar.
5. Menjelaskan cara pencegahan atau menjaga alat penecrnaan dengan benar
6. Menjelaskan menu makanan seimbang dengan tepat
7. Menjelaskan cara mengolah makanan yang tidak mengurangi zat gizi pada makanan

V. Muatan IMTAQ
1. Janganlah kamu makan dengan tangan kiri karena setan yang makan dengan tangan kiri
2. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah syetan, karena sesungguhnya setan itu musuh nyata bagimu ( QS. 2 : 168 )

VI. Materi Pembelajaran
1. Makanan dan Hubungannya dengan Kesehatan manusia
2. Cara Mengolah Makanan

VII. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Observasi
4. Penugasan

VIII. Langkah-langkah Pembelajaran

PERTEMUAN I:
1. Menggolongkan makanan berdasarkan keras dan lunaknya makanan
2. Menggolongkan makanan berdasarkan kandungan gizi zat makanan
3. Menggolongkan makanan berdasarkan kandungan serat makanan
Kegiatan Awal (10 menit)
o Salam pembuka, berdoa
o Mengabsen kehadiran siswa
o Appersepsi melakukan Tanya jawab tentang makanan yang mereka ketahui dan guru menyuruh salah seorang siswa untuk menuliskan pendapat dari teman-temannya di papan tulis.
o Motivasi: menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan siswa
2. Kegiatan Inti (50 menit)
o Siswa di bagi kedalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan mengumpulkan dan mengolongkan makanan, sesuai tabel.

Zat makanan Jenis Makanan
1. Karbohidrat

2.Lemak

3.Protein

4. Vitamin A

5 Kalsium.

6. Serat ……………………………………………………….
………………………………………………………….
……………………………………………………….
………………………………………………………….
………………………………………………………….
………………………………………………………….
………………………………………………………….
……………………………………………………….
………………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
………………………………………………………….

o Beberapa orang siswa ditunjuk untuk mempresentasikan hasil kerjaannya di depan kelas
o Diskusi kelas, Tanya jawab, dan kesimpulan

3. Kegiatan Akhir ( 10 menit)
o Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan kegiatan yang baru dilakukan.
o Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan guru
o Tindak lanjut,
o Doa dan Salam penutup

PERTEMUAN II
4. Menggolongkan makanan berdasarkan efek terhadap tubuh ( bahaya atau tidak )
5. Menggolongkan jenis penyakit dan gangguan pada alat pencernaan.

1. Kegiatan Awal (10 menit)
o Salam pembuka, berdoa
o Mengabsen kehadiran siswa
o Appersepsi melakukan Tanya jawab tentang penyakit yang berhubungan dengan alat pencernaan manusia
o Motivasi: menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan siswa
2. Kegiatan Inti (50 menit)
o Siswa di bagi kedalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan tentang penyakit yang berhubungan dengan pencernaan manusia
o Untuk berdiskusi dan mencari informasi cara pencegahan penyakit yang berhubungan dengan penecrnaan manusia .

Nama Penyakit Organ Cara Pencegahan
1. Karbohidrat

2.Lemak

3.Protein

4. Vitamin A

5 Kalsium.

6. Serat …………………. ……………………………………………………….
………………………………………………………….
……………………………………………………….
………………………………………………………….
………………………………………………………….
………………………………………………………….
………………………………………………………….
……………………………………………………….
………………………………………………………….
……………………………………………………….
……………………………………………………….
………………………………………………………….


o Beberapa orang siswa ditunjuk untuk mempresentasikan hasil kerjaannya di depan kelas
o Diskusi kelas, Tanya jawab, dan kesimpulan
3. Kegiatan Akhir ( 10 menit)
o Siswa dibimbing guru untuk menyimpulkan kegiatan yang baru dilakukan.
o Siswa mengerjakan soal evaluasi yang diberikan guru
o Tindak lanjut,
o Diberitahukan untuk pertemuan yang akan datang membuat model paru-paru manusia dan siswa menyiapkan bahan dan alat-alatnya.
o Doa dan Salam penutup


IX. Alat dan Sumber Belajar

1. Buku Akrab dengan Dunia IPA 5
2. Charta Makanan
3. KIT Makanan

X. Penilaian
1. Hasil Karya
2. Prosedur : tes tertulis.
3. Bentuk : Pilihan ganda, isian singkat, dan uraian
4.
XI. Contoh Soal

1. Untuk pembentukan tulang dan gigi, maka dibutuhkan mineral ……
a. zat kapur dan zat besi c. zat kapur dan zat fosfor
b. zat besi dan zat fosfor d. zat yodium dan zat klor
2. Perhatikan gambar di bawah ini ! Untuk mencegah penyakit tersebut, manusia membutuhkan makanan yang mengandung zat ….
b. zat kapur
c. zat besi
d. zat iodium
e. zat fosfor


4. Sumber makanan dibawah ini mengandung zat protein yang berfungsi zat pembangun sel – sel yang rusak bagi tubuh,kecuali ……

a. b. c. d

5. Berdasarkan gambar disamping !
Menu makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi harus seimbang. Dari menu tersebut kandungan zat makanan yang ada adalah …..


6. Orang yang kekurangan mineral ….. akan mengalami tekanan darah rendah
7. Penyakit peradangan pada usus adalah ... .
8. Menu makan siang Budi adalah sepiring nasi, ikan goreng, ayam goreng,dan kerupuk udang. Apakah menu makan siang Budi sudah bergizi seimbang ? Jelaslakan !


Mengetahui
Kepala Sekolah,




Markaban, S. Pd Semarang, Agustus 2009
Guru IPA




Suhardi, S.Pd