Kamis, 29 Oktober 2009

KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK


VIVAnews - Tahukan Anda, pendidikan yang dipahami sebagian besar orang tua saat ini, tidak utuh. Bagi kebanyakan orang tua, pendidikan anak adalah prioritas nomor satu.

Orang tua rela mengeluarkan banyak uang untuk membayar biaya di sekolah terbaik. Terkadang, anak-anak masih harus dibebani dengan bermacam les atau pelajaran tambahan.
Menurut pakar spiritual, Anand Krishna, pendidikan yang dipahami sebagian besar orang tua saat ini, tidak utuh.
Pendidikan, kata dia, tak boleh meninggalkan elemen jiwa dan potensi yang terkandung dalam diri anak.

Berikut lima asas yang harus ada dalam pendidikan anak:

1. Kemerdekaan, anak seharusnya dibebaskan untuk mencari pengetahuan yang dia inginkan. Sebab, esensi pendidikan adalah membebaskan jiwa dan pikiran.

2. Potensi, setiap anak punya potensi masing-masing dalam dirinya. Pendidikan seharusnya tidak mengalihkan potensi itu.

"Kalau dia senang dengan musik, jangan diarahkan menjadi dokter. Sangat berbahaya bagi dia," kata Anand Krishna.

"Di DPR politisi banyak yang punya jiwa dagang, tapi mereka dipaksa jadi politisi akhirnya kacau," tambah dia.

3. Kebudayaan, pendidikan harus berbasis kebudayaan yang ada di sekitar anak sehingga anak mengenal jati dirinya.

4. Kebangsaan, untuk mengenalkan nilai-nilai patriotisme dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

5. Pengenalan diri dan kepribadian. Inti pendidikan adalah mengenal diri sendiri. Ada pepatah yang mengatakan 'siapa mengenal diri dia mengenal Tuhan'

"Kalau seseorang mengenal diri sendiri, dia akan tahu siapa penciptanya. Dia akan bekerja tanpa pamrih," kata Anand.